WARTAEVENT.com – Klaten. Program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali meluncurkan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).
Program tahunan ini memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para penggerak sektor pariwisata dalam upaya mempercepat pembangunan desa, mendorong transformasi sosial, budaya, dan ekonomi desa.
Baca Juga : ADWI 2023 Perkuat Konsistensi Masyarakat Bangun Desa Wisata, Berikut Daftar Pemenangnya
Saat meluncurkan ADWI tahun ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) di Desa Wisata Bugisan, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (9/3/2023) mengatakan, ADWI tahun ini tidak hanya berfokus pada pemberian penghargaan.
“Namun juga memberikan pendampingan sehingga desa-desa wisata terpilih dapat mengoptimalkan potensi, memperkuat tata kelola destinasi, dan memastikan keberlanjutan lingkungan,” katanya.
Menparekraf menyebut, dimulai pada 2021 sebanyak 1.831 desa wisata tercatat sebagai peserta, kemudian 2022 naik dua kali lipat menjadi 3.419, tahun 2023 kembali naik menjadi 4.573. Dan tahun ini menjadi 4.812 desa wisata yang terdaftar dalam Jaringan Desa Wisata (Jadesta).
Baca Juga : Ini Alasan 14 Desa Wisata Peserta ADWI 2023 Raih Catatan Rekor MURI
Tahun ini, ADWI mengangkat tema “Desa Wisata Menuju Pariwisata Hijau Berkelas Dunia” di mana pariwisata hijau merupakan visi untuk masa depan pariwisata Indonesia.
Pendaftaran dan Kategori ADWI 2024
Pariwisata Hijau bukan hanya tentang lingkungan, tapi juga pariwisata yang berkelanjutan, yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga meminimalkan dampak negatif, menjaga, dan melestarikan lingkungan dan budaya lokal.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, desa wisata yang ingin bergabung dalam program ini dapat melakukan pendaftaran melalui website Klik Disini yang kemudian akan dikurasi menjadi 50 desa wisata terbaik untuk divisitasi oleh Menparekraf dan dinilai langsung oleh dewan juri.
Baca Juga : Penuhi 7 Kategori, Desa Wisata Widosari Masuk Nominasi ADWI Tahun Ini
Penilaian ADWI 2024 berdasarkan pada lima kategori. Pertama kategori daya tarik desa wisata yang meliputi atraksi pariwisata dan ekonomi kreatif. Kedua, kategori amenitas yaitu kesiapan fasilitas dan pelayanan. Ketiga, kategori digital yaitu pemanfaatan teknologi digital pada penyelenggaraan desa wisata maupun sebagai sarana promosi desa wisata.
Keempat, kategori SDM dan kelembagaan yaitu pemberdayaan SDM, mendukung kesetaraan gender, guna meningkatkan lapangan pekerjaan dan penguatan kelembagaan. Kelima kategori terbaru yakni resiliensi yaitu ketahanan desa menghadapi risiko alam maupun non alam serta memperhatikan isu lingkungan untuk mendukung pariwisata berkelanjutan.
Baca Juga : Desa Kelahiran Buya Hamka Masuk Daftar 50 Besar ADWI Tahun Ini
“Sebanyak 50 desa wisata terbaik nantinya akan mendapatkan pendampingan yang bertujuan untuk mengoptimalkan potensi, memperkuat tata kelola destinasi dan memastikan keberlanjutan, baik keberlanjutan lingkungan maupun keberlanjutan desa wisata agar terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang,” kata Menparekraf Sandiaga. (*)
- Editor : Fatkhurrohim