Dan pada saat itu Victor Wahanggara, M.Kom. memberikan jawaban, kalau sifatnya dalam pembelajaran bahan yang digunakan bentuknya berulang, mudah atau repititif, maka bisa digantikan.
Namun ada hal yang tidak bisa digantikan, yaitu hati nurani. Masa depan lebih cepat, maka kita sebagai pendidik harus belajar lebih cepat mengikuti dan tidak bisa digantikan oleh teknologi. Namun jika tidak bisa mengikuti, maka kita akan ketinggalan.
Tujuan utama Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar webinar Literasi Digital ini karena diharapkan masyarakat Indonesia pada akhir tahun ini mencapai 10 juta orang terliterasi dan diharapkan meningkat menjadi 50 juta orang di tahun 2024 mendatang.
Literasi Digital yang mengakat tema besar Indonesia Makin Cakap Digital ini membahas 4 pilar utama Literasi Digital yakni, budaya bermedia (digital culture), aman bermedia (digital safety), etis bermedia (digital ethics) dan cakap bermedia digital (digital skills). [*]
Page: 1 2
TANGERANG, WARTAEVENT.com – Film tak hanya berhenti sebagai tontonan di layar. Di PIK 2, film menjadi pintu masuk untuk mempertemukan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Kegelisahan terhadap kerusakan lingkungan dan ancaman bencana alam menjadi pesan yang semakin kuat dalam karya seni rupa.… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Lebih dari 80 persen siaran berita yang dikirim praktisi public relations (PR) industri hotel, restoran, dan kafe… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Jakarta Film Week kembali membuka kesempatan bagi sineas Indonesia untuk mengembangkan proyek dan memperluas jejaring industri melalui… Read More
BANDUNG, WARTAEVENT.com – Usia muda tidak menghalangi Andi Safa Afianzar menorehkan prestasi akademik di Institut Teknologi Bandung (ITB). Di usia… Read More
JAKARTA, WARTAWEVENT.COM. Yayasan Ahmad Subardjo pada tanggal 29 Agustus 2026 meluncurkan edisi kedua buku autobiografi Ahmad Subardjo berjudul Kesadaran Nasional… Read More
Leave a Comment