WARTAEVENT.COM, Kab. Lumajang – Permasalahan bullying atau intimasi terhadap anak juga remaja Indonesia dinilai masih memprihatinkan. Terlebih lagi di era digital anak rentan terhadap cyberbullying maupun pelaku perundungan.
Acep Syaifudin, Digital Literacy Cordinator (Internet Safety) ictwatch.id mengatakan, cyberbullying di dunia maya merupakan segala bentuk kekerasan yang dialami anak atau remaja dan dilakukan teman seusia mereka melalui dunia maya atau internet. Cyberbullying terjadi sejak ada di media sosial.
“Internet ibarat dua sisi mata pisau. Bisa menjadi alat untuk menyebarkan kebaikan dan hal-hal positif tetapi banyak juga disalahgunakan untuk hal negatif dan merugikan pihak lain,” kata Acep, saat menjadi pembicara di webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (22/6/2021).
Lanjut Acep, bullying adalah sebuah perilaku yang melecehkan ataupun merendahkan seseorang adalah anak-anak. Biasanya anak-anak korban cyberbully memiliki tanda-tanda emosi anak berubah drastis setelah pakai ponsel atau berinternet, anak menarik diri dari teman atau kegiatan yang biasa mereka lakukan.
“Selain itu nilai anak turun dan merasa tidak puas dengan sekolah atau kelas tertentu dan anak menunjukkan tanda-tanda depresi atau stres,” paparnya.
Ia menambahkan, kebanyakan anak-anak yang mengalami cyberbullying tidak mengerti sepenuhnya apa yang terjadi. Mungkin ketika mereka merasa tertindas, mereka akan merasa ketakutan atau bahkan marah. Maka itu, butuh peran orang tua untuk mendampingi.
Orang tua memiliki peran penting dan hak penuh untuk mendampingi dan mengawasi anaknya. Karenanya jika sudah meresahkan dan tidak lagi bisa diatasi sendiri, laporkan agar tidak berkelanjutan. Banyak kasus cyberbullying pada anak tidak terdeteksi dini hingga akhirnya menimbulkan akhir yang buruk.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi. Wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (22/6/2021) ini juga menghadirkan pembicara Bambang Sadono (Dosen Magister Hukum Universitas Semarang dan juga Pengelola Kanal Youtube Inspirasi Jawa Tengah), Stefany Chandra, dan Rahmad Widyo U (Pengurus Relawan TIK Wilayah Kalimantan Barat).
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.
KULON PROGO, WARTAEVENT.com – Tren wisata berbasis pengalaman mendorong hadirnya destinasi yang memadukan kuliner, suasana, dan keindahan alam. Menjawab kebutuhan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Industri taman rekreasi dan destinasi wisata buatan kembali mendapat panggung melalui penyelenggaraan Fun Asia Expo 2026 yang… Read More
BANTUL, WARTAEVENT.com – Pengadilan Negeri Bantul kembali menggelar sidang lanjutan perkara gugatan atas pelaksanaan Munas VIII KAUMY pada Selasa, (21/7/2026).… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Starbucks Indonesia menetapkan Kadek Seina Maputra dari Starbucks Reserve Dewata Bali sebagai juara Starbucks Barista Championship (SBC)… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Novotel Jakarta Cikini memperpanjang program staycation keluarga "Make Time for Liburan" hingga 31 Agustus 2026 setelah mendapatkan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Coffee shop kini tidak lagi sekadar menjadi tempat menikmati secangkir kopi. Di berbagai kota besar Indonesia, ruang-ruang… Read More
Leave a Comment