WARTAEVENT.com – Sumenep. Peretas selalu mencari cara untuk bisa membobol sistem keamanan untuk bisa mendapatkan data-data penting di dalamnya. Tidak heran jika mobile security menjadi salah satu hal yang perlu diprioritaskan terutama jika karyawan secara rutin mengakses data perusahaan melalui perangkat mobile-nya.
Menurut data badan siber dan sandi negara (BSSN) serangan siber pada tahun 2020 mencapai 495,3 juta. Serangan siber di Indonesia meningkat dua kali lipat dibandingkan pada 2019. Sebelum pandemi Covid-19 serangan siber di Indonesia tidak terlalu banyak sekitar 250 juta. Sedangkan kebocoran data berjumlah 79.439 akun mengalami kebocoran data, ada Perusahaan raksasa e-commercemengalami kebocoran data pengguna hingga 91 juta data akun.
Data sebelumnya perkuat juga data dari Helpnet Securitas, menerangkan hampir 80% perusahaan mengalami kebocoran pusat data. data yang bocor ini bukan hanya data yang ringan saja.
“Meski membawa banyak dampak positif, internet juga bisa menjadi sumber masalah. Untuk sebagian orang, internet digunakan sebagai media untuk melakukan kejahatan digital. Dampaknya cukup beragam, mulai dari serangan ke individu, perusahaan hingga suatu negara,” kata Hairul Anam, Direktur Utama Kabar Madura, saat menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Rabu (30/6/2021).
Kejahatan siber meningkat, untuk itu para pengguna untuk lebih berhati-hati. Berikut tiga ancaman cyberattack:
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Rabu (30/6/2021) ini juga menghadirkan pembicara Airlangga Bramayudha (Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya), Sule Sulaiman (Pimpinan Redaksi Media Jatim), Bhaskoro CahyoArmanto (District Manager LinkAja Surabaya), dan Delfia Noor Safitri sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. [*]
KULON PROGO, WARTAEVENT.com – Tren wisata berbasis pengalaman mendorong hadirnya destinasi yang memadukan kuliner, suasana, dan keindahan alam. Menjawab kebutuhan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Industri taman rekreasi dan destinasi wisata buatan kembali mendapat panggung melalui penyelenggaraan Fun Asia Expo 2026 yang… Read More
BANTUL, WARTAEVENT.com – Pengadilan Negeri Bantul kembali menggelar sidang lanjutan perkara gugatan atas pelaksanaan Munas VIII KAUMY pada Selasa, (21/7/2026).… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Starbucks Indonesia menetapkan Kadek Seina Maputra dari Starbucks Reserve Dewata Bali sebagai juara Starbucks Barista Championship (SBC)… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Novotel Jakarta Cikini memperpanjang program staycation keluarga "Make Time for Liburan" hingga 31 Agustus 2026 setelah mendapatkan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Coffee shop kini tidak lagi sekadar menjadi tempat menikmati secangkir kopi. Di berbagai kota besar Indonesia, ruang-ruang… Read More
Leave a Comment