Khalil Khorsid Berhasil Taklukan Tanjakan Danau Maninjau Khalil Khorsid Berhasil Taklukan Tanjakan Danau Maninjau
Wartaevent, Agam– Dengan track menanjak dan berkelok, pembalap asal Iran, Khalil Khorshid  begitu mudah menaklukan keindahan danau Maninjau. Pembalap asal Iran ini pada Seri... Khalil Khorsid Berhasil Taklukan Tanjakan Danau Maninjau

Wartaevent, Agam– Dengan track menanjak dan berkelok, pembalap asal Iran, Khalil Khorshid  begitu mudah menaklukan keindahan danau Maninjau. Pembalap asal Iran ini pada Seri ke-8 Tour de Singkarak 2017 berhasil menjuarai etape ini. Dari start di Lembah Anai hingga finis di Embun Pagi, Agam, Sumatera Barat, Khalil kurang dari 2 km sebelum finish berhasil sprint dan menyalip beberapa pembalap Wilmar Jahir Peres Munos dari Sapura Pro Cycling Team.

PicsArt_11-25-06.33.38

 Bagi Khalil, kemenangan yang diraih ini merupakan yang pertama selama TdS 2017 digelar. Selama ini dirinya selalu dibawah bayang-bayang rekan satu timnya, Ghader Mizbani. Namun, juara tiga kali TdS ini harus mengundurkan diri pada etape lima setelah tidak mampu menahan cedera yang didapat di etape dua.

Pebalap dengan nomor start 45 ini menyelesaikan balapan sejauh 145 km dengan catatan waktu 03:37:12 atau unggul 16 detik dengan pebalap yang berada dibelakangnya. Khalil mengakui jika etape delapan ini cukup berat termasuk dengan persaingan selama kejuaraan berlangsung.

“Balapan etape ini cukup berat. Tapi tim sangat mendukung sehingga mampu menjuarai etape ini. Hasil yang luar biasa,” kata Khalil Khorshid usai menerima medali kemenangan.

Sementara itu Bupati Agam, Indra Catri mengatakan jika TdS tahun ini mengalami perubahan finis. Jika tahun sebelumnya di Puncak Lawang, untuk tahun ini di Embun Pagi. Pihaknya mengaku jika Agam mempunyai banyak lokasi yang nantinya akan dijadikan lokasi start maupun finis.

  “Untuk TdS berikutnya kami berharap bisa menjadi lokasi start. Kami akan terus berusaha menyiapkan lokasi baru karena disini banyak pilihan,” katanya di usai pengalungan medali kemenangan etape delapan.

Kelok 44 merupakan rute ikonik TdS, dengan kondisi jalan menanjak disertai kelokan tajam sebanyak 44 kelokan serta berlatar pemandangan Danau Maninjau menjadikan rute ini tantangan berat bagi pebalap.

Kelok 44 menjadi spot paling menarik menikmati keindahan Danau Maninjau, terutama di kelok 23 hingga kelok 39. Di sekitar area inilah pemandangan bentangan danau yang dihiasi hamparan sawah nan subur terlihat sangat indah.

Kemanengan saat ini posisi yellow jersey ada ditangan Khalil Khorshid dengan mempertahankan predikat raja tanjakan (polkadot jersey) dengan 92 poin. Pebalap yang berada dibelakangnya Wilmar Jahir Peres Munos dari Sapura Pro Cycling Team dengan 71 poin. Dengan menyisakan satu etape dari Pasaman menuju Bukittinggi, Minggu (‪26/11‬), Khalil dan tim mengaku akan terus mempertahankan posisi yang dipegang saat ini. Apalagi selisih waktu dengan pebalap posisi dua klasemen umum yaitu Daniel Whitehouse hanya 48 detik.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *