WARTAEVENT.COM, Kab. Mojokerto – Pengguna internet kian marak menggunakan Virtual Private Network (VPN) untuk mengakses situs yang diblokir pemerintah. Hanya dengan mengunduh salah satu dari sekian banyak aplikasi VPN, pengguna internet bisa dengan bebas membuka situs yang diinginkan.
Banyak pengguna internet tidak menyadari bahaya keamanan yang ditimbulkan dari menggunakan VPN. Ada sejumlah provider yang menawarkan layanan VPN berbayar. Ada pula VPN yang bisa digunakan pengguna internet secara gratis atau ‘cuma-cuma’.
“Layanan VPN gratis bisa menyalahi fungsi sebenarnya dari penggunaan VPN. Layanan tersebut sebetulnya dimanfaatkan untuk melindungi privasi penggunanya ketika berselancar di dunia maya. Alih-alih menjalankan fungsi tersebut, layanan VPN gratis justru bisa melacak aktivitas online penggunanya,” kata Reiza Praselanova, Coach Public Speaking & Pendidikan dan Relawan TIK, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (22/6/2021).
Ada tiga bahaya VPN gratisan. Bocornya data dan IP, karena VPN bekerja seperti terowongan yang mana koneksi pengguna melewati jalur khusus untuk dalam mengakses internet. Maka bukan hal mustahil apabila jalur tersebut memiliki banyak kebocoran. Apabila alamat IP bocor ke publik, maka pengguna internet bersangkutan akan menghadapi ancaman serius yaitu malware dan hacker.
Penjualan data ilegal, muncul dugaan penyedia VPN gratis bisa menjual data milik pengguna aplikasi ke pihak ilegal, mengingat mereka memiliki sejumlah akses ke gadget. Pihak ilegal yang dimaksud sendiri di antaranya seperti korporasi pengirim spam email ataupun para peretas nakal.
Serangan malware, penggunaan VPN gratisan juga memungkinkan pihak penyedia layanan malah menggunakan IP Address sebagai Network Endpoint. Network Endpoint sendiri berguna untuk meningkatkan bandwith layanan VPN untuk meningkatkan kecepatan internet pemakai internet lainnya.
Risiko lain penggunaan VPN gratisan adalah serangan Man in the Middle, yaitu serangan pada sistem yang saling berhubungan satu sama lain sehingga memungkinkan penyerang di tengah jalur komunikasi untuk membaca, membajak, mencuri data, ataupun menyisipkan malware.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi. Wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (22/6/2021) ini juga menghadirkan pembicara Eko David Syifaur Rohman (Pengajar Bahasa Arab & Kebudayaan Islam MBI Amantul Ummah), Muhammad Alvin Al Huda (CEO CV. Huni Raya Group), Rulli Suprayoga (Writer & Announcer RRI Pro 2 Malang), dan Key Opinian Leader Mochammad Umar (Founder @seputar.pasuruan).
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.
KULON PROGO, WARTAEVENT.com – Tren wisata berbasis pengalaman mendorong hadirnya destinasi yang memadukan kuliner, suasana, dan keindahan alam. Menjawab kebutuhan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Industri taman rekreasi dan destinasi wisata buatan kembali mendapat panggung melalui penyelenggaraan Fun Asia Expo 2026 yang… Read More
BANTUL, WARTAEVENT.com – Pengadilan Negeri Bantul kembali menggelar sidang lanjutan perkara gugatan atas pelaksanaan Munas VIII KAUMY pada Selasa, (21/7/2026).… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Starbucks Indonesia menetapkan Kadek Seina Maputra dari Starbucks Reserve Dewata Bali sebagai juara Starbucks Barista Championship (SBC)… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Novotel Jakarta Cikini memperpanjang program staycation keluarga "Make Time for Liburan" hingga 31 Agustus 2026 setelah mendapatkan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Coffee shop kini tidak lagi sekadar menjadi tempat menikmati secangkir kopi. Di berbagai kota besar Indonesia, ruang-ruang… Read More
Leave a Comment