Wartaevent.com – Palembang. Selama ini, penyelenggaraan event olahraga atau sport event masih dipandang sebatas prestasi. Padahal, potensi besar lainnya dapat mendatangkan nilai ekonomis bagi suatu daerah hingga devisa bagi negara.
Hal ini diungkapkan oleh Rizki Handayani Mustafa, Deputi Bidang Pengembangan Indistri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam Workshop Pengembangan Wisata Olahraga yang mengangkat tema “Potensi bisnis sport event dalam meningkatkan dampak ekonomi bagi destinasi tuan rumah penyelenggara” hari ini Jum’at (26/10/2018) di Palembang, Sumatera Selatan.
Rizki Handayani, pun menerangkan, dengan suksesnya mega event ASIAN Games dan ASIAN Para Ganes memberikan dampak positif untuk membangun national branding. Kedua event olahraga tersebut menjadi momentum penting untuk mempromosikan pariwisata ke level yang lebih tinggi.
Di banyak negara, event olahraga telah dijadikan model sebagai salah satu cara efektif untuk meningkatkan atau memberikan manfaat perekonomian. “Mungkin awalnya, sport event ini hanya sebatas mengejar prestasi. Akan tetapi ada sisi lain lagi yakni mendatangkan investasi bagi daerah yang menyelenggarakannya,” ungkapnya.
Rizki Handayani kembali mencontohkan, terus bertumbuhnya akomodasi di suatu daerah yang menjadi tempat penyelenggaraan suatu event adalah bukti shahih bahwa penyelenggaraan suatu event mampu mendatangkan investor baru. “Jadi kita harus melihatnya itu beyond dari penyelenggaraan event. Dan ini yang terjadi di seluruh dunia,” paparnya.
Pada sisi lain, penyelenggaraan mega sport event seperti ASIAN Games dan ASIAN Para Games mampu menjadikan national branding dan persepsi yang positif. Ini penting, branding dan persepsi positif dari publik dapat meringankan upaya melakukan promosi dan mendatangkan wisatawan.
Hal senada pun diutarakan oleh Cahyadi Wanda, Vice Director of Revenue Departement Inasgoc. Cahyadi, menjelaskan, negara Singapura hanya dari satu event olahraga yakni Formula 1 (F1) dan berlangsung selama tiga hari mampu meraup keuntungan sebesar 150 miliar Dolar Singapura.
Tak hanya itu, sektor usaha lokal seperti UMKM Singapura pun pendapatannya meningkat hingga 80 persen. Kemudian sport event F1 di Singapura ini pun mampu mendatangkan 40.000 pengunjung dari berbagai negara, serta meningkatkan trafic pariwisata sebesar 12.6 persen.
Negara Malaysia, sebelum menggelar F1 tingkat kunjungannya masih rendah. Bahkan masih kalah dengan Indonesia. Akan tetapi semua berputar 180 derajat ketika Malaysia mendatangkan event olahraga F1 dan Moto GP.
Untuk itu, baik Rizki Handayani maupun Cahyadi, mengajak para pelaku industri terkait seperti Event Organizer (EO) untuk memaksimalkan momentum positif atas penyelenggaraan ASIAN Games dan ASIAN Para Games untuk menciptakan event olahraga yang berstandar internasional yang kreatif dan dikelola secara profesional. [Fatkhurrohim]
BANDUNG, WARTAEVENT.com — de Braga by ARTOTEL menghadirkan program berbuka puasa bertajuk “A Wishful Ramadan” di Alfresco Bistro, mulai 19… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Aston Kemayoran City Hotel menghadirkan pengalaman kuliner internasional bertajuk “60 Seconds to Seoul”, sebuah konsep pop-up street… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — ARTOTEL Harmoni Jakarta meluncurkan kampanye Ramadan bertajuk “A Wishful Ramadhan” sebagai upaya menghadirkan pengalaman menginap dan berbuka… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Discovery SCBD menyemarakan bulan suci Ramadhan dengan menghadirkan rangkaian promo bertema kebersamaan, refleksi, dan ketenangan. Berlokasi strategis… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Fraser Residence Menteng Jakarta, menggelar Ramadhan Media Gathering, pada Kamis, (19/2/2026), sebagai langkah strategis untuk memperkuat awareness,… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Converse resmi memperkenalkan siluet terbarunya, Chuck Taylor Lo, yang menjadi sepatu Chuck dengan sol paling rendah yang… Read More
Leave a Comment