WARTAEVENT.COM, Kab. Sumenep – Kecanduan pornografi adalah topik kontroversial hingga membuat orang enggan membicarakannya. Yang dimaksud kecanduan poronografi adalah konsumsi pornografi (konten erotis) secara kompulsif hingga mengganggu pekerjaan, merusak hubungan, dan menghasilkan konsekuensi negatif.
Hal itu diungkapkan, H.M. Sabiq Alhadi, Dosen STEBI Sidogiri Pasuruan dan Universitas NU Blitar, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Senin (18/10/2021).
Ia mengatakan, pada awalnya, seseorang mungkin hanya menikmati kesibukan yang diberikan dari menonton, dan kebutuhan hasrat, tetapi pada saat tahu itu sudah cukup, seseorang mungkin menganggap konten pornografi menjadi bagian dari rutinitas harian.
“Begitulah cara setiap kecanduan menyerang dan membahayakan kesejahteraan seseorang. Keberadaan kecanduan pornografi menjadi kompleks dan bermasalah,” paparnya.
Berikut beberapa penyebab seseorang bisa kecanduan pornografi, seperti:
“Menonton film porno hanya karena menyukainya bukan berarti bisa dikategorikan kecanduan,” terangnya.
Berikut beberapa tanda atau gejalanya, seperti:
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNBLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Senin (18/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Laila Chairy (Dosen & Praktisi komunikasi), Muhammad Faiq (Staff Pengajar & Dosen UIN Maliki Malang), Muhammad Luthfi Hamdani (Dosen Bisnis Digital Akbara Surakarta & Direktur Penerbit Indonesia Imaji), dan Adinda Adia Putri (Medical Doctor) sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. BerlAndaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.
KULON PROGO, WARTAEVENT.com – Tren wisata berbasis pengalaman mendorong hadirnya destinasi yang memadukan kuliner, suasana, dan keindahan alam. Menjawab kebutuhan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Industri taman rekreasi dan destinasi wisata buatan kembali mendapat panggung melalui penyelenggaraan Fun Asia Expo 2026 yang… Read More
BANTUL, WARTAEVENT.com – Pengadilan Negeri Bantul kembali menggelar sidang lanjutan perkara gugatan atas pelaksanaan Munas VIII KAUMY pada Selasa, (21/7/2026).… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Starbucks Indonesia menetapkan Kadek Seina Maputra dari Starbucks Reserve Dewata Bali sebagai juara Starbucks Barista Championship (SBC)… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Novotel Jakarta Cikini memperpanjang program staycation keluarga "Make Time for Liburan" hingga 31 Agustus 2026 setelah mendapatkan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Coffee shop kini tidak lagi sekadar menjadi tempat menikmati secangkir kopi. Di berbagai kota besar Indonesia, ruang-ruang… Read More
Leave a Comment