Warta Event, Jakarta– Tarikan garis sederhana sarat filosofis dalam kain Baduy menjadi inspirasi desainer Melanie R Wibowo Dharmosetio untuk mengkreasikannya menjadi karya fashion yang sangat artistik. Dalam gelaran Crafina 2017 yang berlangsung dari 11 – 15 Oktober di Jakarta Convention Centre (JCC), Melanie kembali menghadirkan keindahan tenun Baduy dalam koleksinya di meLOOkmel booth bernomor 152.
Walaupunbaru dua tahun bergelut di fashion desainer, Melanie menginterpretasikan tiap karya fashionnya mengangkat tenun Baduy sebagai salah satu warisan budaya Indonesia dengan prinsip disain nan Harmonis, Unik, Cantik, Simple serta Timeless.
“Saya lebih menyebutnya sebagai modern etnik ready to wear dalam setiap karya fashion meLOOKmel. Dua tahun ini saya fokus pada kain tenun Baduy yang sejatinya memiliki karakter sederhana, mencerminkan keseimbangan kehidupan itu sendiri, dengan elemen garis vertikal, horizontal maupun diagonal dalam pakem-pakemnya seperti Adu Mancung, Aros, Poleng, Suat Songket, Suat Samata dll. Elemen garis inilah yang menjadi kekuatan karakter brand meLOOKmel,” ungkap Melanie, ketika ditemui di event Crafina 2017, JCC (13/10).
Ia menambahkan, Kekhasan tenun Baduy, bahannya agak kasar dan warnanya cenderung gelap. Bintik bintik kapas dari proses pemintalan tradisional telah menghasilkan tekstur yang khas. Karena kain benar benar produk handmade, dibuat dengan alat pemintal tradisional yang bernama gedoga atau raraga.
Kain tenun yang awalnya dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan sandang, dibuat sederhana berpadu simetris dengan elemen garis vertikal maupun horizontal. Nah, Kedua elemen inilah yang membuat kain Baduy punya karakter dan makna alam didalamnya. Melanie menyebutnya sebagai kekuatan Holistik, ada relasi yang tak terpisahkan.
“Karena kesederhanaannya itu saya tertantang untuk memperkuat keserhanaannya menjadi keunikan tersendiri dalam karya karya meLOOKmeL. Hingga pada event Inacraft 2016 lalu, meLOOKmeL meraih penghargaan dari Inacraft untuk Kategori Textile, pada karyanya yang berjudul “Celana Empat Pintu”. Dan pada Agustus 2017, meLOOKmeL terpilih melalui kurasi ketat oleh konsultan Amerika dari By Hand Consultant dan terpilih mewakili Indonesia di gelaran event Handmade Internasional “New York Now 2017” tutur alumnus Arsitektur Parahyangan.
Desainer yang dikenal dengan karya koleksinya bergaris tailored yang bersih dan tegas itu, menginspirasi pencinta fashion bahwa kain Baduy pun dapat tampil beda, “Dari biasa menjadi sangat artistik”. Pesannya, kalau desain dibuat dengan hati dan kecintaan pasti hasilnya akan indah. Tak heran, jika desainnya dibuat hanya limited edition, serta ada cerita dibalik karya karya Melanie.
Melanie pun memadukan kain Baduy dengan beberapa tenun daerah Kalimantan, Sulawesi hingga batik. “Saya ingin mengangkat tenun Baduy ke panggung mode hingga ke gaya hidup casual. Mimpi saya bisa membuat warisan bangsa ini menjadi tuan rumah di negara sendiri, lebih dikenal dan bercita rasa global,” pungkas Melanie.
KULON PROGO, WARTAEVENT.com – Tren wisata berbasis pengalaman mendorong hadirnya destinasi yang memadukan kuliner, suasana, dan keindahan alam. Menjawab kebutuhan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Industri taman rekreasi dan destinasi wisata buatan kembali mendapat panggung melalui penyelenggaraan Fun Asia Expo 2026 yang… Read More
BANTUL, WARTAEVENT.com – Pengadilan Negeri Bantul kembali menggelar sidang lanjutan perkara gugatan atas pelaksanaan Munas VIII KAUMY pada Selasa, (21/7/2026).… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Novotel Jakarta Cikini memperpanjang program staycation keluarga "Make Time for Liburan" hingga 31 Agustus 2026 setelah mendapatkan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Coffee shop kini tidak lagi sekadar menjadi tempat menikmati secangkir kopi. Di berbagai kota besar Indonesia, ruang-ruang… Read More
YOGYAKARTA, WARTAEVENT.com – Ratusan pelari dan masyarakat umum memadati Loman Park Hotel Yogyakarta pada Minggu (19/7/2026) untuk mengikuti Fun Run… Read More
Leave a Comment