Categories: News

Menjadi Masyarakat Digital yang Berbudaya Indonesia

WARTAEVENT.COM, Kab. Malang – Sebagai sebuah negara kepulauan, Indonesia memiliki sejarah panjang dan terkenal memiliki ragam budaya yang luar biasa yang terus dikembangkan secara turun temurun.

“Keragaman Indonesia menjadi kekayaan tak ternilai sekaligus berkah bagi bangsa Indonesia yang sejak awal lahir menjadi bangsa majemuk yang memiliki berbagai suku bangsa, agama, dan bahasa yang kini terjalin dalam satu ikatan bangsa yang utuh dan berdaulat,” kata DR. Emalia Iragiliati, Ahli Presmatic & Doktor Bidang Presmatik Bahasa Inggris, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (05/11/2021).

Ia menambahkan, di tengah keragaman Indonesia itu, interaksi di ruang digital pun jangan sampai malah merusak persatuan dan kesatuan yang sudah terjaga dan dibangun para pendiri bangsa. Menjadi sangat penting adanya etika digital sebagai bentuk perilaku individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan dan mengembangkan tata kelola etika digital atau netiket dalam kehidupan sehari-hari di ruang digital.

“Etika ini dibutuhkan dalam interaksi antarbudaya di ruang digital karena menjadi sistem nilai dan norma moral yang menjadi bagi seseorang atau sekelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya. Sedangkan etiket kita butuhkan sebagai tata cara berinteraksi dengan individu lain dalam masyarakat,” ujarnya.

Sebagai tata krama menggunakan internet, netiket dibutuhkan untuk memanajamen interaksi pengguna internet di seluruh dunia. Termasuk Indonesia sendiri yang memiliki beragam kultur.

“Saat berinteraksi di ruang digital, pahami bahwa budaya di masing-masing suku atau golongan di Indonesia sama-sama memiliki budaya luhur. Budaya budaya itu dipersatukan dalam filosofi negara yakni Pancasila,” tegasnya.

Ia menjelaskan, komunikasi digital melintasi batas-batas geografis dan batas-batas budaya. Di mana setiap batas geografis dan budaya juga memiliki batasan etika yang berbeda bahkan daerah di tiap negara pun memiliki etika sendiri termasuk setiap generasi memiliki etika sendiri.

Sehingga dalam ruang digital kita akan berinteraksi, dan berkomunikasi dengan berbagai perbedaan kultural tersebut secara bijak.

“Pedoman etika dalam interaksi digital itu tetap merujuk Pancasila, yang nilai-nilai dalam silanya dapat menjadi panduan,” jelasnya.

Menurutnya, nilai Pancasila bisa selalu diterapkan terutama pada generasi yang sejak lahir sudah berada di era digital. Misalnya pada Sila kesatu Ketuhanan Yang Maha Esa itu mengajak tidak memaksa keyakinan dan cara beribadah, tidak melakukan perundungan berdasarkan keyakinan dan agama. Adapun sila kedua kemanusiaan yang adil dan beradab mengajak kita memperlakukan semua orang sama baiknya tanpa diskriminasi serta memiliki nilai tenggang rasa toleransi empati mendukung dan saling tolong menolong.

“Pada sila ketiga Persatuan Indonesia kita diajak menjadi warga negara yang menjaga harmoni, mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan,” tuturnya.

Sedangkan di sila keempat Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan kita diajak memberi kesempatan setiap orang untuk bebas berekspresi dan berpendapat di ruang digital. Dan dari sila kelima Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia kita diajak senantiasa gotong-royong menjaga membangun ruang digital yang aman dan nyaman bagi semua.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (05/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Indah Pratiwi Arumsari (Tenaga Ahli DPR RI), Muhammad Alvin Al Huda (CEO CV. Huni Raya Group), Ayrton Eduardo Aryaprabawa (Founder & Director Crevolutionz), dan Muhammad Iqbal Darmawan (Trainer for Public Speaking Talk Up Indonesia) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. BerlAndaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Teguh S Gembur

Leave a Comment

Recent Posts

Memory Senja Coffee & Resto Ruang Paling Tepat Menikmati Sunset di Pantai Glagah di Kulon Progo

KULON PROGO, WARTAEVENT.com – Tren wisata berbasis pengalaman mendorong hadirnya destinasi yang memadukan kuliner, suasana, dan keindahan alam. Menjawab kebutuhan… Read More

4 hours ago

Pameran Fun Asia Expo 2026 Dorong Inovasi Industri Taman Rekreasi Indonesia

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Industri taman rekreasi dan destinasi wisata buatan kembali mendapat panggung melalui penyelenggaraan Fun Asia Expo 2026 yang… Read More

4 hours ago

Alat Bukti Diterima Majelis Hakim, Gugatan Munas VIII KAUMY Dilanjutkan

BANTUL, WARTAEVENT.com – Pengadilan Negeri Bantul kembali menggelar sidang lanjutan perkara gugatan atas pelaksanaan Munas VIII KAUMY pada Selasa, (21/7/2026).… Read More

6 hours ago

Juarai Starbucks Barista Championship Indonesia 2026, Kadek Seina Menuju Regional Asia

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Starbucks Indonesia menetapkan Kadek Seina Maputra dari Starbucks Reserve Dewata Bali sebagai juara Starbucks Barista Championship (SBC)… Read More

1 day ago

Novotel Jakarta Cikini Perpanjang Paket Staycation Keluarga hingga Agustus

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Novotel Jakarta Cikini memperpanjang program staycation keluarga "Make Time for Liburan" hingga 31 Agustus 2026 setelah mendapatkan… Read More

1 day ago

Jadi Ruang Kolaborasi, Digra Coffee Perekat Komunitas Kreatif Kaum Urban Jakarta

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Coffee shop kini tidak lagi sekadar menjadi tempat menikmati secangkir kopi. Di berbagai kota besar Indonesia, ruang-ruang… Read More

2 days ago