Categories: News

Pandemi Covid-19, Setiap Individu Perlu Menguasai Literasi Digital

WARTAEVENT.COM, Kab. Malang – Konektivitas digital yang meningkat membuat masyarakat harus adaptif dan responsif, terutama dari sisi pemahaman tren dan penguasaan perangkat teknologi. Terlebih di masa pandemi, banyak keterampilan digital yang diperlukan agar mampu bertahan dalam cepatnya penetrasi teknologi di kehidupan sehari-hari.

Namun sayangnya, kompleksitas masyarakat Indonesia membuat proses pengembangan keterampilan (skill upgrading) menjadi tantangan pengembangan SDM Indonesia secara umum.

Dalam survei IMD World Digital Competitiveness 2019, daya saing Indonesia masih berada di peringkat 56 dari 63 negara. Angka ini termasuk rendah dibandingkan dengan negara-negara di Asean. Memiliki digital skills merupakan salah satu kunci peningkatan daya saing, tidak hanya bagi angkatan kerja tetapi juga masyarakat umum.

“Digital skill adalah kemampuan untuk menggunakan perangkat digital, aplikasi komunikasi dan jaringan untuk mengakses dan mengelola informasi. Sehingga memungkinkan orang untuk membuat dan berbagi konten, berkomunikasi dan berkolaborasi dan memecahakan masalah untuk pemenuhan diri yang efektif dan kreatif dalam kehidupan, pembelajaran, pekerjaan, dan kegiatan sosial pada umumnya,” kata Agung Gita Subakti, Lecturer Specialist S2 Business Hotel Management Universitas BINUS dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur (6/7/2021).

Agung menjelaskan, pandemi Covid 19 menjadikan kegiatan yang sebelumnya dapat dilakukan secara tatap muka, seperti penjualan, pekerjaan kantor, sampai pendidikan. Sekarang harus dilakukan dengan bantuan teknologi informasi. Keadaan ini menjadikan semua pihak tergagap-gagap untuk mengantisipasinya.

“Contohnya dunia pendidikan, sebelumnya kegiatan pembelajaran dilakukan dengan tatap muka, sekarang harus dilakukan dengan sistem dalam jaringan (daring). Hal ini menjadikan masalah sendiri bagi guru dan siswa. Guru dan siswa yang belum atau tidak mengenal sistem pembelajaran daring sekarang dituntut untuk dapat berinteraksi dalam pembelajaran dengan system daring,” paparnya.

Lanjutnya, beragam aplikasi hadir untuk mendukung pembelajaran yang dilakukan secara daring. seperti Zoom, Cisco WebEx, Mentimeter, Kahoot, dan lain-lain. “Aplikasi pembelajaran yang sering digunakan di Indonesia adalah Zoom dan Google Meet, sedangkan kalau di Malaysia adalah Cisco WebEx. Sedangkan aplikasi Mentimeter dan Kahoot adalah aplikasi permainan yang diselipkan saat pembelajaran agar mahasiswa tidak bosan,” paparnya.

Ia juga menambahkan, pada masa pandemi Covid-19, setiap individu perlu menguasai literasi digital merupakan kecakapan penting yang dibutuhkan untuk beradaptasi di zaman yang penuh dengan lautan informasi. Kecakapan ini serta mengantisipasi penyebaran informasi negatif.

“Karena literasi digital sama pentingnya dengan membaca, menulis dan pembelajaran ilmu lainnya. Setiap orang hendaknya dapat bertanggung jawab terhadap bagaimana menggunakan teknologi untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya,” tutupnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, (6/7/2021) pagi yang juga menghadirkan pembicara Sheryl Dwi Artamevia (Key Opinian Leader & Owner Pawon.co), Muhammad Safreza (Manager IT Enventori), Zulham Mubarak (Komisaris Sangkar Garuda Sakti), dan Aryo Hendarto (Founder Sajiwa & Caritempat.id).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

redaksi

Leave a Comment

Recent Posts

Dua Saksi Penggugat Ungkap Dugaan Pelanggaran AD/ART KAUMY

BANTUL, WARTAEVENT.com – Persidangan perkara Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terkait pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) VIII Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta… Read More

7 hours ago

Riverside Gelar Merah Putih Fun Golf Tournament 2026

BOGOR, WARTAEVENT.com – Riverside Golf Club menyelenggarakan Merah Putih Fun Golf Tournament 2026 pada Senin, 24 Agustus 2026, sebagai bagian… Read More

17 hours ago

Naya Anindita Hadirkan Komedi Hangat Lewat Agensi Rumah Tangga

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Sutradara Naya Anindita memperluas eksplorasi penyutradaraannya melalui Agensi Rumah Tangga, film komedi perdananya yang mengangkat isu pemutusan… Read More

1 day ago

Via.com dan Etihad Dorong Agen Travel Ikuti Tren Wisata

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Perubahan selera wisatawan Indonesia membuat bisnis agen perjalanan tidak lagi cukup mengandalkan penjualan tiket pesawat. Pelaku usaha… Read More

2 days ago

Yogyakarta Menemukan Wajah Baru Wellness Berbasis Budaya

YOGYAKARTA — Ada banyak cara untuk beristirahat. Sebagian orang memilih spa, yoga, atau sekadar menghabiskan waktu di hotel yang tenang.… Read More

2 days ago

BOCA Lapak Hadirkan Thrifting dan Komunitas di Jakarta

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Tren fesyen berkelanjutan semakin menemukan ruangnya di tengah gaya hidup masyarakat urban. Salah satunya melalui BOCA Lapak,… Read More

4 days ago