Categories: News

Pentingnya Netiket dalam Komunikasi

WARTAEVENT.COM, Kab. Probolinggo – Transformasi digital memunculkan budaya baru, yaitu budaya digital. Parameter budaya digital menciptakan keterhubungan antara satu dengan yang lain melewati batas wilayah dan budaya hingga terjalin jejaring yang memungkinkan untuk melakukan kolaborasi dalam meningkatkan pengetahuan dan menciptakan inovasi.

Dalam konsep pendidikan, budaya digital sangat strategis dan menjadi investasi masa depan karena dapat menciptakan sumber daya manusia yang berdaya cipta, berjejaring, bekerjasama, dan berdaya tahan terhadap krisis atau perubahan yang terduga.

“Teknologi informasi menjadi sumber pembelajaran pengetahuan yang dapat diakses secara mudah. Media digital menjadi sarana berjejaring dan berkolaborasi, menciptakan kebiasaan berdiskusi bertukar pikiran mengenai bahan pembelajaran agar cara kerja pikiran dan perasaan tidak kalah canggih dari cara kerja komputer dan internet,” jelas Okky Alparessi, Model, Dosen dan Pemenang L-Men of The Year 2020 sebagai Key Opinian Leader, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (17/11/2021).

Budaya digital tak luput dengan risiko-risikonya. Ruang digital menjadi tempat perjumpaan dengan banyak manusia, pengetahuan, aliran dan kepentingan. Artinya ada kerentanan perbedaan sehingga harus cakap mengantisipasi dan mengelola risikonya.

“Dalam pendidikan digital, risiko harus dikenali, dipahami, dicegah, dan dikelola baik secara pribadi maupun secara bersama oleh komunitas pendidikan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, setiap interaksi itu selalu berlandaskan pada etika baik itu ketika berada di dunia nyatapun di dunia digital, ada aturan yang harus dipedomani agar tercipta lingkungan digital yang nyaman.

Ada etika yang merupakan sistem nilai dan norma moral yang menjadi pegangan dalam mengatur tingkah lakunya baik ketika berinteraksi di dalam kelompok atau antar individu. Ada etiket atau tata cara berinteraksi dengan masyarakat, kita harus selalu menyadari bahwa di ruang digital pun menghadapi karakter manusia nyata.

“Kita semua manusia bahkan sekalipun di dunia maya, maka ikutilah aturan seperti halnya di dunia nyata. Jangan seenaknya sendiri karena itu berisiko, ada jejak digital yang tidak bisa hilang. Maka hati-hati dalam bertindak, berkomentar dan menulis,” ungkapnya.

Bermacam fasilitas di internet memungkinkan seseoang untuk bertindak etis juga tidak etis. Dalam berkomunikasi di media sosial misalnya jangan sampi menyebar tangkapan layar percakapan privat ke ruang publik atau kepada orang lain. Hal ini selain melanggar etika juga melanggar privasi orang lain, bila diusut hal tersebut masuk ke ranah UU ITE.

“Dalam berkomunikasi di media sosial etiket yang harus dipahami adalah tidak membawa isu SARA, cermat dan bijak memilih stiker dan emoji. Saat berkomunikasi melalui e-mail harus disampaikan dengan bahasa yang sopan, diawali dan diakhiri dengan salam, menggunakan huruf kapital sesuai keperluannya, serta mengisi subjek e-mail dan mengenalkan diri ketika itu dikirim ke orang yang tidak dikenal, atau keperluan formal lainnya,” urainya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (17/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Agung Gita Subakti (Lecturer Specialist S2 Universitas Bina Nusantara), Khresnomurti Wicaksono (Quality Assurance Manager at Everplate Cloud Kitchen), Erna Eriana (CEO Cleoparta Management), dan Edward Maraden (Field on Border Team Leader at Zenius Education).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

redaksi

Leave a Comment

Recent Posts

Memory Senja Coffee & Resto Ruang Paling Tepat Menikmati Sunset di Pantai Glagah di Kulon Progo

KULON PROGO, WARTAEVENT.com – Tren wisata berbasis pengalaman mendorong hadirnya destinasi yang memadukan kuliner, suasana, dan keindahan alam. Menjawab kebutuhan… Read More

4 hours ago

Pameran Fun Asia Expo 2026 Dorong Inovasi Industri Taman Rekreasi Indonesia

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Industri taman rekreasi dan destinasi wisata buatan kembali mendapat panggung melalui penyelenggaraan Fun Asia Expo 2026 yang… Read More

4 hours ago

Alat Bukti Diterima Majelis Hakim, Gugatan Munas VIII KAUMY Dilanjutkan

BANTUL, WARTAEVENT.com – Pengadilan Negeri Bantul kembali menggelar sidang lanjutan perkara gugatan atas pelaksanaan Munas VIII KAUMY pada Selasa, (21/7/2026).… Read More

6 hours ago

Juarai Starbucks Barista Championship Indonesia 2026, Kadek Seina Menuju Regional Asia

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Starbucks Indonesia menetapkan Kadek Seina Maputra dari Starbucks Reserve Dewata Bali sebagai juara Starbucks Barista Championship (SBC)… Read More

1 day ago

Novotel Jakarta Cikini Perpanjang Paket Staycation Keluarga hingga Agustus

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Novotel Jakarta Cikini memperpanjang program staycation keluarga "Make Time for Liburan" hingga 31 Agustus 2026 setelah mendapatkan… Read More

1 day ago

Jadi Ruang Kolaborasi, Digra Coffee Perekat Komunitas Kreatif Kaum Urban Jakarta

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Coffee shop kini tidak lagi sekadar menjadi tempat menikmati secangkir kopi. Di berbagai kota besar Indonesia, ruang-ruang… Read More

2 days ago