Site icon WARTAEVENT.COM

Perlukah Melawan Konten Provokatif, Baca 2 Hal Berikut Ini

WARTAEVENT.com – Jember Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan webinar Literasi Digital melalui aplikasi zoom dari bulan Mei hingga Desember 2021 mendatang.

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab.

Penyelenggaraan Kegiatan webinar Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Jember pada hari Sabtu (06/11/2021) dengan mendatangkan 4 narasumber yaitu Ely Mulyadi, S.E., M.Kom., Zainul Hasan, S.E., M.E., Mira N. Sahid, S.Pd., Bondan Wicaksono, dan Ditta Amelia Saraswati.

Dalam acara Lierasi Digital kali ini, tema yang diangkat adalah “Digital Space yang Sesuai untuk Anak”. Dan Literasi Digital kali ini diikuti oleh 1.473 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Mira N. Sahid, S.Pd. adalah, bagaimana cara melawan serta mengatasai konten-konten negatif seperti provokasi dan berita hoaks yang marak saat ini.? 

Apakah media sosial akan bisa terbebas dari konten-konten negatif tersebut, serta bagaimana langkah kita agar dapat terhindar dari konten orang yang ber-etika dalam dunia digital tersebut.? 

Dan pada saat itu Mira N. Sahid, S.Pd. memberikan jawaban, laporkan saja jika ada konten-konten yang hoaks. Terkait dengan konten provokasi apakah kita harus melawan.?

Ada dua pilihan yang pertama mengabaikan dengan mencari perdamaian menjadi pembawa perdamaian di setiap diskusi ataupun status-status orang lain karena ini terkait juga menghargai karya di ruang digital.

Kedua juga melaporkan. Selama ada oknum-oknum yang menjadi bot atau menjadi hacker dan lain-lain, masih bisa bilang ruang digital itu tidak akan pernah aman. Tapi kita bisa mewaspadai diri kita dengan mengatur aturan-aturan privacy setting, menjaga data pribadi kita, dan jangan asal sebar-sebar di media sosial. 

Mengubah password secara berkala dan tidak sembarangan membagikan konten-konten, maka dari itu kita harus memahami literasi digital. Kita bisa terhindar dari konten-konten yang tidak beretika di ruang digital, caranya dengan tidak akses ke media social. 

Tetapi kita butuh media social, karena ada proses peluang dan proses kreatif ddan seimbang dengan tantangan dan peluangnya.

Tujuan utama Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar webinar Literasi Digital ini karena diharapkan masyarakat Indonesia pada akhir tahun ini mencapai 10 juta orang terliterasi dan diharapkan meningkat menjadi 1.653 juta orang di tahun 2024 mendatang.

Literasi Digital yang mengakat tema besar Indonesia Makin Cakap Digital ini membahas 4 pilar utama Literasi Digital yakni, budaya bermedia (digital culture), aman bermedia (digital safety), etis bermedia (digital ethics) dan cakap bermedia digital (digital skills). [*]

Exit mobile version