WARTAEVENT.com – Surabaya. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan webinar Literasi Digital melalui aplikasi zoom dari bulan Mei hingga Desember 2021 mendatang.
Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab.
Penyelenggaraan Kegiatan webinar Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kota Surabaya ada hari ini Senin (01/11/2021) dengan mendatangkan 4 narasumber yaitu M. Sukron Aris, S.Hum, Munif Chatib, Ulil Albab, Akhmad Firmannamal, Ph.D. dan Ismaya Dwi Agustina.
Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Yuk Bedakan Hoax dan Fakta”. Dan Literasi Digital kali ini diikuti oleh 1.428 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Ir. Andre Parvian Aristio, S.Kom., M.Sc. adalah, di era digital seperti ini, kita dituntut untuk menjadi netizen yang cerdas demi kebaikan kita dalam bermedia digital.
Banyaknya kejahatan yang terjadi serta informasi hoax yang tersebar, untuk itu kita harus cakap digital dalam menyerap informasi yang masuk, serta saring sebelum sharing menjadi kewajiban sebelum kita menyebarkan suatu informasi.
Apa saja yang perlu kita saring ketika kita mendapatkan suatu informasi dan ingin menyebarkan suatu informasi tersebut kepada masyarakat luas.?
Dan pada saat itu Ir. Andre Parvian Aristio, S.Kom., M.Sc. memberikan jawaban, pertama harus berpikir dulu apakah ini penting atau tidak dan apakah memiliki banyak manfaat atau tidak. Harus menimbang, apakah berhubungan dengan aib seseorang atau tidak.?
Kedua, kita harus pastikan itu benar atau tidak. Jika informasi itu benar namun membuka aib, tidak usah dilakukan. Terlebih, jika tidak membawa banyak manfaat dan tidak kredibel. Bukan berarti kita abai terkait berita yang harus disebar.
Namun, ketika kita menyebarkan berita, bisa berakibat buruk untuk kita dan keluarga kita di kemudian hari. Ketiga, kita juga harus tanamkan pemikiran bahwa dunia maya sama persis dengan dunia nyata, sehingga etika dan norma harus diutamakan.
Tujuan utama Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar webinar Literasi Digital ini karena diharapkan masyarakat Indonesia pada akhir tahun ini mencapai 10 juta orang terliterasi dan diharapkan meningkat menjadi 1.653 juta orang di tahun 2024 mendatang.
Literasi Digital yang mengakat tema besar Indonesia Makin Cakap Digital ini membahas 4 pilar utama Literasi Digital yakni, budaya bermedia (digital culture), aman bermedia (digital safety), etis bermedia (digital ethics) dan cakap bermedia digital (digital skills). [*]