WARTAEVENT.com – Bojonegoro. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan webinar Literasi Digital melalui aplikasi zoom dari bulan Mei hingga Desember 2021 mendatang.
Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab.
Penyelenggaraan Kegiatan webinar Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Bojonegoro pada hari ini Rabu (29/09/2021) dengan mendatangkan 4 narasumber yaitu Anjani Amitya Kirana, BES., Ahmad Saifurriza Effasa, S.H.I, MM., Dr. Havid Han, M.M., Siti Kholisoh, dan Anindito Wisnu Sampurno (KOL).
Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Ciptakan Peluang Melalui Literasi Digital.” Dan diikuti oleh 452 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Ahmad Saifurriza Effasa, S.H.I, MM adalah, selain peran guru dan metode yang diterapkan dalam sekolah online (daring), sebagai orang tua yang setiap hari mendampingi anak belajar online merasakan beberapa hal yang yang agak merugikan.
Pertama, merasa kesulitan mendampingi anak karena tidak menguasai berbagai aplikasi yang digunakan. Kedua, anak merasa jadi tergantung pada orang tua, baik dalam memperhatikan pemaparan bapak/ibu guru ataupun saat menjawab soal.
Ketiga anak tidak bisa berlama-lama memperhatikan penjelasan atau materi dari guru. Petanyaannya, apa sebaiknya yang harus dilakukan agar tetap bisa mendampingi anak belajar online meski kemampuan digital saya terbatas?
Lalu, apakah cara yang efektif untuk membuat agar anak bisa lebih anteng dan berkonsentrasi saat sekolah daring?
Dan pada saat itu Ahmad Saifurriza Effasa, S.H.I, MM langsung memberikan jawaban, perlakuan orangtua terhadap anak akan menjadi patokan otomatis menjadi teladan untuk anaknya.
Di era saat ini, mau tidak mau orangtua harus mau beradaptasi dan belajar tentang teknologi, agar kitab isa mendampingi pembelajar anak dengan baik.
Orangtua sebagai sumber kunci, bukan berarti orangtua mengajarkan seluruh tugas anaknya namun orangtua menjadi pendamping anak-anaknya, jangan dialihfungsikan orangtua yang menyelesaikan tugasnya.
Tujuan utama Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar webinar Literasi Digital ini karena diharapkan masyarakat Indonesia pada akhir tahun ini mencapai 10 juta orang terliterasi dan diharapkan meningkat menjadi 50 juta orang di tahun 2024 mendatang.
Literasi Digital yang mengakat tema besar Indonesia Makin Cakap Digital ini membahas 4 pilar utama Literasi Digital yakni, budaya bermedia (digital culture), aman bermedia (digital safety), etis bermedia (digital ethics) dan cakap bermedia digital (digital skills). [*]