Warta Event – Banjarnegara. Kawasan Dieng memang selalu dibekap suhu yang dingin. Akan tetapi membuat Dieng menjadi pesona tersendiri bagi wisatawan. Bukan hanya suhu dingin yang dimiliki, budaya, dan seni-nya pun menarik untuk dijelajahi keunikannya. Terlebih lagi alamnya yang penuh pesona.
Seluruh keragaman dan keunikan tersebut mampu dikemas secara apik oleh Komunitas Dieng Pandawa dalam sebuah event yakni Dieng Culture Festivaln (DCF). Annual event yang digerakan oleh penggiat pariwisata lokal ini mampu menyita perhatian wisatawan baik mancanegara maupun nusantara.
Memasuki tahun ke-9 penyelenggaraan DCF menunjukan progress yang positif. Meski ada kekurangan yang harus dibenahi sebagai bahan evaluasi untuk menjadi lebih bagus lagi pada penyelenggaraan selanjutnya.
Budi Hermanto, Founder Jazz Festival Atas Gunung sekaligus Panitia Relawan Dieng Culture Festival saat dihubungi via email pada hari ini Rabu (08/08/2018), mengatakan, selama tiga hari penyelenggaraan dari tanggal 3-5 Agustus 2018 tercatat transaksi potensial 30 milyar.
Asumsi transaksi ini bedasarkan sedikitnya 60 ribu jumlah pengunjung dengan nilai transaksi rata-rata Rp500.000 selama tiga hari di DCF 2018. “Padahal, total pengunjung diperkirakan mencapai pucaknya hari sabtu tanggal 5 Agustus 2018 sejumlah 200 ribu orang,” ungkap Budi Hermanto.
Jika menghitung jumlah pengunjung berdasarkan tiket starterkit DCF—(pembeli paket tiket DCF 2018) sebanyak 5000 orang. Kemudian yang non starterkit mencapai 195 ribu orang, hal ini terpantau dari jumlah motor dan mobil yang parkir di kawasan Dieng dan sekitarnya. “Total ada 6000 mobil dan 15 ribu sepeda motor,” urai Budi.
Kemudian Budi kembali menjelaskan, dari data wisatawan mancanegara yang terdata ada dari negara Singapore, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Jepang, Belanda, Prancis, Amerika, Selandia Baru, Australia.
“Data ini dikelola oleh kawan-kawan dari biro travel wisata yang beli paket DCF. Diluar yang membeli paket DCF, lebih banyak dan tidak terdata. Total wisawatan mancanegara yang terdata sejumlah 700 wisatawan. Dan sangat dimungkinkan mencapai 3000 wisatawan asing hadir di DCF,” terang Budi.
Penyelenggaraan DCF 2018 pun bukan tanpa cacat. Pihak penyepenggara pun masih mengaku banyak kekurangan yang harus dibenahi, seperti akan menambahkan kembali empat fasilitas MCK buat ribuan pengunjung, tata artistic dan lainnya.
“Untuk tempat penyelenggaraan Jazz Atas Awan mengalami perubahan. Karena lokasi yang lama tidak mampu menampung 30 ribu orang pengunjung. Kemudian tahun ini pun kami melakukan aksi Dieng Bersih. Kegiatan ini adalah upaya bersama antara masyarakat dan pengunjung untuk membuat Dieng bersih dan sampah berkurang,” pungkas Budi. [Fatkhurrohim]
LABUAN BAJO, WARTAEVENT.com – Taman Nasional Komodo kembali mencuri perhatian global setelah dinobatkan sebagai destinasi terindah nomor dua dunia versi… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Kenangan Coffee resmi memasuki pasar Taiwan dengan membuka gerai perdananya di Shin Kong Mitsukoshi A11, Taipei, pada… Read More
SINGAPURA, WARTAEVENT.com — ArtScience Museum menghadirkan pameran Flesh and Bones: The Art of Anatomy, sebuah eksplorasi lintas disiplin yang mengulas… Read More
BATAM, WARTAEVENT.com — Restoran asal Singapura, Toast Box, memperluas kehadirannya di Indonesia dengan membuka gerai pertama di Batam, Kepulauan Riau.… Read More
SINGAPURA, WARTAEVENT.com — Maskapai Singapore Airlines (SIA) menghadirkan pengalaman hiburan berbeda bagi penumpang dengan menayangkan pertandingan FIFA World Cup 2026… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Tren staycation di Jakarta kian mengarah pada kebutuhan fleksibilitas waktu dan kenyamanan. Menjawab perubahan ini, Aston Kemayoran… Read More
Leave a Comment