wartaevent.com – Cirebon. Nama besar dan jejak sejarah keraton kasepuhan Cirebon masih terjaga dan tertata apik. Bukti sejarah dari penyebaran agama Islam di Pulau Jawa tersebut kini menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat.
Baca Juga : 50 Kasultanan Indonesia Hadir Dalam Festival Keraton Nusantara di Cirebon
Tak hanya sebagai bukti sejarah, napak tilas budaya dan beberapa abdi setia keraton masih menjadi oase kearifan lokal di tengah gempuran tatanan sosial yang sudah mulai terkikis identitasnya.
Keraton Kasepuhan Cirebon, lebih dari simbol otentik sejarah. Namun syarat akan filosofi agamis serta tatanan sosial masyarakat yang ada pada masa itu. Meski demikian, filosofi tersebut masih dapat diterapkan di era masa kini.
Raden Muhammad Hafid Permadi, Kepala Bagian Pemandu Keraton Kasepuhan Cirebon mengatakan, secara fisik, keraton kasepuhan mengadopsi gaya Hindu dan Islam. Gapura keraton adalah bentuk bagaimana adopsi struktur bangunan ini terbentuk.
Sementara itu adopsi struktur Islam tercermin dari dalem keraton berupa konstruksi rumah adat Jawa yang bermuasal dari Kerajaan Demak—sentral penyebaran agama Islam yang dibawa oleh para Wali Songo.
Keraton Kasepuhan Cirebon dibangun atas empat struktur utama yang menjadi penyangga kekokohan bangunan baik secara fisik maupun agama.
Baca Juga : Hadir di FKMA, Presiden dan Menpar Naik Kereta Kencana Keraton Kesepuhan Cirebon
“Ada empat struktur utama yang menjadi penyangga kokohnya Kasepuhan Cirebon ini, yaitu Masjid sebagai pusat dakwah dan pendidikan masyarakat, Pasar sebagai pusat ekonomi masyarakat, Alun-alun sebagai pusat aktifitas seni dan budaya masyarakat serta Keraton sebagai pusat pemerintahan Keraton,” jelasnya.
Guna menjaga kelestarian arsitektur Keraton Kasepuhan Cirebon yang mendapat sentuhan Jawa Kuno dan Eropa ini menggandeng berbagai pihak stakeholder dalam program corporate social responsibility.
Di masa pandemi, pihak pengelola destinasi Keraton Kasepuhan Cirebon memberlakukan penerapan protocol kesehatan seperti wajib memakai masker, menyediakan fasilitas hand sanitizer di setiap sudutnya.
Wandi Sofyan, Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata Pemudan Olahraga Kota Cirebon menegaskan, protokol kesehatan di berbagai destinasi diberlakukan secara ketat. Termasuk di Keraton Kasepuhan Cirebon.
Baca Juga : Besok, Kabupaten Sumenep Gelar Penjamasan Pusaka Leluhur dan Kirab Pusaka Keraton
“Kami memiliki program ‘3M’ yang terdiri dari Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan. Seluruh langkah protokol ini dilakukan karena potensi wisatawan berasal dari kawasan zona merah,” ujarnya.
Sebagai informasi kata Wandi, untuk mendukung digitalisasi pariwisata di Kota Cirebon, diluncurkan sebuah aplikasi yang memudahkan wisatawan kala berkunjung dan mengapat informasi pariwisata Kota Cirebon dapat mendownload aplikasi Cirebon Wistakon via Google Play Store. [*]
BANDUNG, WARTAEVENT.com — Perayaan ulang tahun ke-8 de Braga by ARTOTEL tidak hanya berlangsung melalui seremoni. Hotel tersebut memilih menandai… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Balon raksasa bertuliskan “INTENS” mulai mencuri perhatian masyarakat di sejumlah kota di Indonesia. Instalasi berukuran raksasa tersebut… Read More
MILAN, WARTAEVENT.com — Industri alas kaki global kembali menjadikan MICAM Milano sebagai salah satu ruang penting untuk membaca arah mode… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Di tengah perkembangan hotel-hotel perkotaan yang menawarkan pengalaman serupa, House of Tugu Old Town Jakarta memilih jalan… Read More
YOGYAKARTA, WARTAEVENT.coom — Wisatawan yang mencari akomodasi dengan suasana tenang di tengah kota kini memiliki pilihan baru melalui The Prajan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Karakter dan cerita lokal Indonesia mendapat ruang baru untuk lebih dekat dengan masyarakat melalui hIPlay Playground, yang… Read More
Leave a Comment