WARTAEVENT.com – Ponorogo. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan webinar Literasi Digital melalui aplikasi zoom dari bulan Mei hingga Desember 2021 mendatang.
Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab.
Penyelenggaraan Kegiatan webinar Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Ponorogo pada hari ini Kamis (02/09/2021) dengan mendatangkan 4 narasumber yaitu Jacob Win, Hanik Fitriani, M.E.Sy., Mira N. Sahid, S.Pd., Denden Sofiudin, dan Erbe Sentanu.
Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Beradaptasi Dengan Literasi Digital di Tengah Pandemi”. Dan diikuti oleh 639 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Hanik Fitriani, M.E.Sy. adalah, beberapa kali saya melihat video yang beredar di sosial media mengenai orang tua tidak bisa menahan emosinya saat mengajari anaknya yang membutuhkan waktu lebih lama untuk paham, sehingga membuat anaknya menangis.
Hal ini bisa membuat sang anak justru tidak menangkap ilmu yang dijelaskan dan cenderung takut bahkan trauma, dimana hal tersebut berujung tidak mau belajar lagi karena dalam mindsetnya pasti akan dimarahi.
Lalu pola pengajaran yang bagaimana supaya anak cepat tanggap dan paham serta tidak mudah bosan?
Dan pada saat itu Hanik Fitriani, M.E.Sy. memberikan jawaban, pola pengasuhan anak yang baik, yaitu, pertama berikan pola pengasuhan yang tidak otoriter, karena hal itu akan mempengaruhi tumbuh kembang psikologisnya.
Kedua, ciptakan suasana aman dan nyaman, ketiga, ajak anak bermain dan belajar. Ke-empat, manfaatkan platform pendidikan yang ada di media digital.
Tujuan utama Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar webinar Literasi Digital ini karena diharapkan masyarakat Indonesia pada akhir tahun ini mencapai 10 juta orang terliterasi dan diharapkan meningkat menjadi 50 juta orang di tahun 2024 mendatang.
Literasi Digital yang mengakat tema besar Indonesia Makin Cakap Digital ini membahas 4 pilar utama Literasi Digital yakni, budaya bermedia (digital culture), aman bermedia (digital safety), etis bermedia (digital ethics) dan cakap bermedia digital (digital skills). [*]