WARTAEVENT.COM, Kab. Ngawi – Jumlah pengguna internet dan media sosial di Indonesia semakin bertambah banyak apalagi di masa pandemi ini. Seperti anak-anak sekolah yang biasanya belajar di sekolah tanpa menggunakan internet, sekarang menggunakan fasilitas internet pada saat belajar di rumah secara online.
Menurut Eka Rini Widya Astuti, Ketua Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual ITSNU Pasuruan, media sosial merupakan sebuah media daring untuk saling berinteraksi satu sama lain seperti YouTube, WhatsApp, Facebook, Instagram, dan Twitter. Begitu banyak berita yang bisa kita peroleh melalui media sosial.
“Berita merupakan suatu kejadian/peristiwa hangat yang sedang diberitahukan, baik disampaikan melalui layar televisi maupun di media sosial, mulai dari bentuk tulisan,foto, dan bisa juga melalui video,” kata Eka, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (10/11/2021).
Ia menjelaskan, ketika menerima suatu berita ada baiknya berita tersebut dicek dan ricek dulu sumber dan kebenarannya. Jangan sampai mendapat berita langsung kirimkan saja ke media sosial atau ke grup WhatsApp tanpa belum mengetahui kebenaran dari berita tersebut, karena apabila berita tersebut ternyata hoaks bisa menimbulkan dampak yang besar.
“Kita sangat dianjurkan untuk mengidentifikasi suatu berita terlebih dahulu,apakah berita tersebut benar atau hoaks sebelum kita mengirimkannya ke media sosial,” ujarnya.
Berikut ini ada lima langkah yang bisa membantu dalam mengidentifikasi mana berita yang hoaks dan mana berita asli, seperti:
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (10/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Maria Dina Yuliana (Social Media Specialist di EDP), Silvia (CFO at IMS Indonesia), Ayrton Eduardo Aryaprabawa (Founder & Director Crevolutionz), dan Meitha Kurniasari (Experienced Secretary to BOD) sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Merek fashion asal Jepang, Onitsuka Tiger, memperkuat kehadirannya di pasar Indonesia melalui pembukaan kembali toko terbarunya di… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Saat wisatawan mencari destinasi di internet, pilihan yang muncul di layar mereka kini semakin dipengaruhi oleh algoritma.… Read More
DILI, WARTAEVENT.com — Musisi Indonesia Iwan Fals menjadi penampil utama TT TasiFest 2026 yang berlangsung pada 29–30 Mei di Tasitolu,… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Aktivitas luar ruang semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban, khususnya generasi muda. Tren tersebut tercermin… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Perayaan ulang tahun ke-499 Kota Jakarta menjadi momentum bagi berbagai pelaku industri kreatif untuk mengangkat kembali warisan… Read More
BATU, WARTAEVENT.com – Tren wisata olahraga atau sport tourism terus berkembang di Indonesia. Salah satu buktinya penyelenggaraan Songgoriti Ridge Run… Read More
Leave a Comment