Site icon WARTAEVENT.COM

5 Strategi Dampingi Anak Gunakan “Gadget” agar Tidak Kecanduan

https://www.freepik.com/free-photo/smiley-woman-helping-her-daughter-study-home_8639528.htm

WARTAEVENT.com – Malang. Kegiatan belajar daring (online) di tengah wabah Covid-19 mau tak mau membuat anak menghabiskan waktu lebih banyak untuk menggunakan gawai (gadget). Walau tujuan utamanya untuk belajar, namun tak jarang anak jadi kebablasan dan menggunakannya untuk bermain game hingga mengakses Youtube. Orangtua pun mulai cemas karena anak kian lekat dengan gawai

Rynold Aberson Pardede, Project Director at Blen Cuit mengatakan, walau dalam situasi darurat Covid-19, memberikan anak keleluasaan penuh menggunakan gawai bukanlah suatu hal yang bijak. 

“Pendampingan dalam menggunakan media digital adalah strategi yang sangat penting dilakukan oleh orang tua. Selain untuk mengontrol aktivitas anak menggunakan perangkat digital, orang tua dapat memberikan ruang untuk belajar bersama dengan anak dalam melakukan banyak hal baru di dunia maya,” kata Rynold, dalam  Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (2/12/2021).

Ia menambahkan, karena itu, orang tua disarankan meluangkan waktu untuk mendampingi anak ketika mereka sedang menggunakan media digital.

Berikut strategi positif yang dapat diterapkan oleh orang tua dalam mendampingi anak menggunakan perangkat digital dengan bijak di rumah.

Orangtua Jadi Role Model 

Orang adalah role model utama dalam membentuk kebiasaan anak menggunakan perangkat digital. Orang tua harus menjadi model bagaimana menggunakan perangkat digital sehari-hari. Misalnya, tidak menggunakan perangkat digital setiap saat dan setiap waktu, tidak mengabaikan percakapan karena sedang mengakses media digital, meletakkan ponsel ketika sedang berkendara dan makan. 

Penuhi dengan Interaksi 

Interaksi positif menjadi sebuah kunci awal yang harus dilakukan oleh orang tua agar anak lepas dari ketergantungan pada gawai. Misalnya mengajak anak membahas tentang sesuatu yang sedang viral di media sosial, tokoh yang sedang menjadi idola, atau aplikasi yang sedang marak digunakan oleh generasi milenial. 

Kesepakatan aturan main 

Kesepakatan dalam memberlakukan aturan main penggunaan gawai sangatlah penting dibuat bersama-sama antara anak dan orangtua. Misalnya, jam berapa dan berapa lama durasi yang diperbolehkan untuk menggunakan gawai di luar kegiatan belajar online. Selain itu, harus ada aturan main yang harus diberlakukan terkait aktivitas tayangan yang boleh dan tak boleh diakses sehingga anak memiliki arahan yang jelas dalam mengambil sikap.

Jadwalkan Aktivitas 

Membuat jadwal aktivitas harian yang jelas dapat mengarahkan anak untuk mengetahui aktivitas apa yang seharusnya dilakukannya sehari-hari. Orangtua pun jadi tak mudah lupa apa saja yang harus dilakukan dalam satu hari.  

Anak yang disibukkan dengan beragam aktivitas bermanfaat akan tidak mudah merasa bosan di rumah sehingga mencari hiburan melalui akses perangkat digital. 

Update Tentang Media Digital Zaman Now

Orang tua perlu belajar tentang berbagai perangkat teknologi terbaru yang biasa digunakan oleh anak. Bahkan jika memungkinkan, belajar dari anak secara langsung.

Terus mengikuti perkembangan dunia digital akan memudahkan orangtua melalukan pengawasan terhadap anak di dunia maya, dunia yang jarang sekali terpantau oleh orangtua. 

Kontrol orang tua dapat dilakukan dengan memberlakukan kata sandi untuk mengunduh aplikasi tertentu. Sehingga anak memiliki keterbatasan dalam mengakses aplikasi tanpa sepengetahuan orang tua.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (2/12/2021) juga menghadirkan pembicara, Maria Dina Yuliana (Social Media Specialist di EDP), Darwin Tenironama (Managing Director IMS Hospitality Management Consulting), Edward Maraden (Field on Border Team Leader at Zenius Education), dan Anjani Adyalaksmini (CMO at PT. Laksmindo Bahtera) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. BerlAndaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. [*]

Exit mobile version