WARTAEVENT.com – Jakarta. Generasi millennial pasti banyak yang tidak mengetahui bahwa 6 produk lokal ini telah ada sebelum kemerdekaan Indonesia, masih bertahan dan kini mudah didapat di minimarket serta marketplace.
Merek-merek produk tersebut bertahan dari gempuran modernisasi dan masih bisa merebut hati para generasi kini. Apa saja brand yang masuk kategori tertua di Indonesia ini?
Semen Padang, dari tahun 1910
Ini merupakan pabrik semen pertama di Indonesia. Awalnya, merek Semen Padang didirikan dengan nama NV Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschappij oleh pemerintah Belanda pada 1910. Baru pada 5 Juli 1958, perusahaan tersebut dinasionalisasi oleh Indonesia dari pemerintah Belanda. Kini Semen Padang sudah sepenuhnya milik Indonesia.
Kecap Bango, dari tahun 1928
Pariwara Kecap Bango hingga kini menyebut “Malika” atau kedelai hitam sebagai bahan bakunya. Resep Kecap Bango sudah turun-temurun sejak diproduksi pertama kali tahun 1928.
Baca Juga : Presiden Jokowi Menghimbau Produk Lokal Bersaing di Pasar Global
Lebih dari 81 tahun silam, suami-istri Tjoa Pit Boen (Yunus Kartadinata) dan Tjoa Eng Nio mengawali cikal bakal Kecap Bango di rumah mereka di pojok kampung di daerah Benteng, Tangerang. Sejak dulu, kecap ini memang terkenal karena dibuat dari kedelai hitam. Baru pada 1992, Kecap Bango diakuisisi Unilever.
Sabun Colek B29, sejak 1930
Ternyata, pembersih B29 sudah ada sejak 1930 dan merupakan satu-satunya sabun colek yang beredar di pasaran saat itu. Sabun colek B29 sempat berjaya hingga menguasai 80% pasar Indonesia sebelum akhirnya meredup di tahun 1980-an karena tergerus dengan kemunculan produk serupa. Namun, nyatanya produk ini masih beredar meski dalam bentuk lain, dan diekspor ke luar negeri hingga terkenal di Afrika.
Ting-Ting Jahe, sejak 1935
Bisa jadi, nama Ayu Ting Ting sebenarnya terinspirasi dari merek lokal Indonesia yang sudah ada sejak masa Kolonial. Namun yang pasti, hingga kini permen gula jahe ini masih bisa menggoyang lidah generasi muda.
Jika membuka marketplace, Ting-Ting Jahe ternyata masih dijual secara eceran. Permen legendaris ini masih diproduksi oleh pabrik kembang gula Sin A. Pabrik ini pun masih beroperasi sampai sekarang sejak didirikan tahun 1935 oleh Njoo Tjhay Kwee dan sudah diekspor ke berbagai penjuru dunia
Blue Band, sejak 1936
Blue Band pertama kali diproduksi di Batavia pada 1936. Blue Band juga menjadi produk makanan pertama yang dihasilkan Van den Bergh NV, milik Unilever, gabungan perusahaan margarin asal Belanda, Margarine Unie, dan pabrik sabun Lever Brothers asal Inggris.
Teh Cap Botol, sejak 1940
Sekarang kita mengenalnya dengan Teh Botol Sosro, minuman berbasis teh yang dikemas kedalam botol. Tapi dulu, minuman ini masih dikenal dengan nama Teh Cap Botol, dengan bentuk teh kemasan yang berisi daun teh kering.Teh tersebut sudah diproduksi oleh Soetjipto Sosrodjojo sejak 1940.
Baca Juga : 3 Brand Fashion Lokal Menggunakan Wastra Nusantara
Baru pada tahun 1969, kemasan teh dibuat dalam bentuk minuman teh jadi yang dimasukkan dalam botol diklaim sebagai teh dalam botol pertama di Indonesia, bahkan di dunia. [*]
- Penulis : Amalia T – Anggota Perempuan Indonesia Satu
- Editor : Fatkhurrohim
- Photo Utama : Birkom Kemenparekraf