Life Hack Viral Tak Selalu Benar, Ini Alasannya
WARTAEVENT.com – Jakarta. Di era serba instan, life hack menjadi salah satu konten favorit di media sosial. Cukup dengan scroll TikTok, kita disuguhi berbagai trik “ajaib”, mulai dari membersihkan kamar mandi dengan bahan seadanya hingga memperbaiki layar ponsel hanya dengan api.
Sayangnya, tidak semua life hack dibuat untuk membantu. Banyak di antaranya justru dirancang demi viralitas semata, bukan solusi nyata. Di sinilah pentingnya literasi media—kemampuan memilah mana konten yang masuk akal dan mana yang sekadar sensasi.
Baca Juga : iPhone 17 Pro: Simfoni Teknologi dalam Balutan Gaya dan Penuhi Ekosistem AI Personal
Fenomena ini bahkan menjadi perhatian pemerintah. Data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat lebih dari 1.600 hoaks beredar di platform digital sepanjang 2023, menunjukkan betapa rentannya publik terhadap konten menyesatkan, termasuk video pendek yang tampak meyakinkan.
Salah satu trik yang sering digunakan kreator life hack palsu adalah manipulasi visual melalui teknik cutting video dan sudut kamera. Dengan metode ini, sesuatu yang mustahil bisa terlihat seperti keajaiban instan dalam hitungan detik.
Baca Juga : Cloudflare Gandeng ChatGPT, Claude, dan Gemini: Era Baru Keamanan AI di Perusahaan
Contohnya, video yang mengklaim layar ponsel rusak bisa normal kembali setelah dibakar korek api. Yang ditampilkan hanyalah potongan adegan sebelum dan sesudah, sementara proses aslinya disembunyikan melalui editing dan pergantian tampilan layar.
