JAKARTA, WARTAEVENT.com — Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia memperluas akses startup Indonesia terhadap mitra bisnis dan jejaring global melalui keterlibatannya sebagai mitra strategis dalam KUMPUL Connect for Change Summit 2026.
Salah satu hasil dari kolaborasi tersebut tercatat melalui ASTA Business Matching Forum, yang menghasilkan 57 sesi business matching dengan melibatkan 26 startup serta 23 mitra industri dan global untuk menjajaki peluang kolaborasi dan pertumbuhan bisnis.
Rangkaian KUMPUL Connect for Change Summit 2026 berlangsung pada 20–21 Oktober 2026 dan bertepatan dengan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.
Selain fasilitasi business matching, keterlibatan Kementerian Ekonomi Kreatif mencakup diskusi kebijakan ekonomi kreatif, pembahasan kesiapan pelaku ekonomi kreatif menuju pasar internasional, serta Global Innovation Tour yang menghubungkan jejaring inovasi global dengan perkembangan ekonomi kreatif Indonesia.
Diselenggarakan pada 20 Oktober 2026 di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, KUMPUL Connect for Change Summit 2026 mengusung tema Reimagine Impact. Forum ini mempertemukan lebih dari 1.000 perwakilan lintas sektor dari 16 negara, termasuk pemerintah, korporasi, investor, organisasi pembangunan, pengusaha, dan komunitas.

Melalui empat fokus utama, yaitu teknologi dan inovasi, dampak sosial dan lingkungan, penguatan kapasitas komunitas, serta kemitraan global, summit membahas langkah konkret untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Menghubungkan Agenda Ekonomi Kreatif dengan Kemitraan Global
Kehadiran Kementerian Ekonomi Kreatif dalam summit mencakup penyampaian arah kebijakan ekonomi kreatif nasional oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, serta diskusi mengenai kesiapan pelaku ekonomi kreatif Indonesia untuk memasuki pasar internasional.
Rangkaian ini menghubungkan agenda pengembangan ekonomi kreatif nasional dengan peluang kolaborasi lintas negara yang juga menjadi perhatian pada WCCE 2026.
Dalam paparannya, Menteri Ekonomi Kreatif menegaskan bahwa ekonomi kreatif ditempatkan sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional, sebagaimana diuraikan dalam Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045.











