Site icon WARTAEVENT.COM

Amankah Data Ketika Login di Suatu Aplikasi

WARTAEVENT.com – Banyuwangi. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan webinar Literasi Digital melalui aplikasi zoom dari bulan Mei hingga Desember 2021 mendatang.

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab.

Penyelenggaraan Kegiatan webinar Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Banyuwangi pada hari ini Selasa (26/10/2021) dengan mendatangkan 4 narasumber yaitu Dr. H. Alfian, M.Pd, Iis Hendro Gunawan, Maria Advianti, Tio Utomo dan Anindito Wisnu Sampurno (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Urgensi Literasi Digital untuk Masa Depan Indonesia”. Dan diikuti oleh 1.103 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Tio Utomo adalah, salah satu cara  untuk melindungi akun media digital kita dari pencurian akun kan salah satunya adalah tidak memberikan akses password atau pin kepada siapapun. 

Tetapi pada saat ini dalam mengakses suatu website atau aplikasi pada saat login ditawarkan untuk menyimpan history login, yaitu mengingat id dan password kita pada saat masuk. 

Apakah hal tersebut merupakan salah satu kegiatan yang mengindikasikan bahwa data kita dalam ancaman pencurian? Sebenarnya apa yang dibutuhkan oleh aplikasi media digital yang mewajibkan para penggunanya memperbolehkan mereka mengakses data penggunanya.? 

Karena sepertinya dahulu sebelum media digital belum sepesat ini perkembangannya, tidak banyak aplikasi yang meminta akses dalam penggunaannya. 

Dan pada saat itu Tio Utomo langsung memberikan jawaban, sebenarnya itu merupakan sebuah cara untuk mempermudah kita untuk melakukan akses terhadap suatu aplikasi untuk keamanan ya pasti aman karena kalo mau masuk dibutuhkan verifikasi lagi. 

“Sebenarnya kita bisa cek dahulu apa yang akan dilakukan oleh applikasi tersebut untuk segala akses yang diberikan,” katanya.

Tujuan utama Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar webinar Literasi Digital ini karena diharapkan masyarakat Indonesia pada akhir tahun ini mencapai 10 juta orang terliterasi dan diharapkan meningkat menjadi 1.653 juta orang di tahun 2024 mendatang.

Literasi Digital yang mengakat tema besar Indonesia Makin Cakap Digital ini membahas 4 pilar utama Literasi Digital yakni, budaya bermedia (digital culture), aman bermedia (digital safety), etis bermedia (digital ethics) dan cakap bermedia digital (digital skills). [*]

Exit mobile version