WARTAEVENT.com – Bolaang Mongondow.Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada hari Kamis (18/11/2021) di Kepulauan Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.
Kolaborasi ketiga lembaga pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Menjadi Juara dengan Sekolah Online”. Dan diikuti oleh 996 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Ada 4 narasumber pada sesi sesi webinar siang ini, di antaranya Soni Mongan selaku pembuat konten sekaligus host; Dr. Hadawiah selaku dosen komunikasi Universitas Muslim Indonesia; Novrianto selaku Area Business Manager ESQ Sulawesi; serta Chika Audhika selaku pemengaruh dan MC. Diskusi tersebut dimoderatori oleh Artha Sena selaku jurnalis.
Sono Mongan yang didapuk sebagai pemateri pertama mengangkat tema “Sukses Belajar Online dengan Kemampuan Literasi Digital”. Ia menuturkan bahwa pembelajaran secara daring yang dilakukan sejak era pandemi memiliki problematikanya tersendiri.
Mulai dari ketergantungan dengan koneksi internet, interaksi yang kurang baik dari tenaga pendidik maupun anak didik, serta gangguan dari lingkungan sekitar yang dapat memecah konsentrasi.
“Keluarga di sini memiliki banyak peran, salah satunya yaitu mengevaluasi dan mengawasi proses belajar dari peserta didik. Selain itu, suasana belajar yang nyaman dan tenang juga bergantung pada keluarga di rumah,” tutur Soni.
Pemateri kedua Chika Audhika, membahas topik “Bahaya Pornografi bagi Perkembangan Otak Anak”. Ia menjelaskan jenis-jenis ancaman saat bermain internet, di antaranya penipuan, pencemaran nama baik, perundungan digital, serta konten ilegal.
Salah satu contoh dari konten ilegal yang marak muncul di internet adalah pornografi yang tentunya berisiko terakses oleh anak saat berselancar di dunia maya. Konten pornografi memberikan efek candu ke anak yang berujung pada timbulnya keinginan pada diri anak untuk mencoba dan meniru.
Muhammad Kamil Jafar, yang menjadi pemateri ketiga memaparkan bahasan “Literasi Digital bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital”. Pada era ini, literasi digital menjadi salah satu hal yang wajib dimiliki agar dapat memanfaatkan teknologi dengan semaksimal mungkin.
Tenaga pendidik perlu membuat pembelajaran daring menjadi terencana serta membuat anak didik tetap berkonsentrasi. “Agar materi pelajaran dapat diserap dengan optimal, upayakan menggunakan media yang interaktif agar memancing keaktifan siswa saat belajar daring,” ucapnya.
Mengahiri sesi paparan, Novrianto mengurai materi “Menjadi Juara dengan Sekolah Online”. Ia menjelaskan pentingnya mengenalkan teknologi pada anak. Menurutnya, orang tua pertama-tama perlu mengenali apa kebutuhan anak.
Kkemudian mengunduh aplikasi yang dapat mendukung perkembangan kemampuan anak agar waktu anak di dunia digital dapat bermanfaat. “Jangan lupa juga untuk memasang parental lock atau fitur pengunci orang tua agar orang tua dapat mengawasi konten apa saja yang diakses oleh anak,” ujarnya.
Hendrawan salah satu peserta menanyakan apa yang harus kita lakukan ketika mengetahui adik atau anak kita telah kecanduan pornografi.?
Menanggapi pertanyaan tersebut, Chika menjawab apabila sudah kecanduan maka perlu ada akses yang diputus, seperti memperbaharui lingkungan, kegiatan, dan aktivitasnya.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. [*]