Menurut analisis IHME, jumlah kasus kematian yang tak tercatat, paling banyak dialami negara-negara yang mendapat imbas pandemi terparah hingga saat ini.
Namun, beberapa negara dengan kasus epidemi yang lebih kecil turut mengalami lonjakan angka kematian, jika kita menghitung angka kematian yang tidak tercatat secara resmi.
Baca Juga : IHME Prediksi Lebih dari 40.000 Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia hingga 1 November 2020
Analisis ini menunjukkan, negara-negara tersebut menghadapi risiko yang lebih besar dari epidemi yang ternyata lebih luas dari perkiraan sebelumnya.
“Banyak negara telah bekerja keras untuk mencatat angka kematian resmi akibat pandemi. Meski demikian, menurut analisis kami, negara-negara ini kesulitan untuk melacak kasus penyebaran baru yang berkembang pesat,” ujar Murray. [*]
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Lebih dari 500 mahasiswa Semester enam Fakultas Komunikasi LSPR Institute of Communication and Business memamerkan berbagai proyek… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Transformasi digital di Indonesia memasuki fase baru. Tantangan perusahaan kini bukan lagi sekadar mengadopsi kecerdasan buatan (AI),… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak dan Gas Bumi, Umum dan Aneka Industri (FSP KEP KSPI)… Read More
BEKASI, WARTAEVENT.com – Mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) Institute of Communication and Business menggelar puncak program SAPA Lansia… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Tren kuliner Jepang yang terus berkembang di Indonesia mendorong industri perhotelan menghadirkan pengalaman bersantap bertema Negeri Sakura.… Read More
KARANGANYAR, WARTAEVENNT.com – Kabupaten Karanganyar memiliki hampir semua modal untuk menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah. Dari kawasan lereng… Read More
Leave a Comment