Site icon WARTAEVENT.COM

Angka Kematian Covid-19 Dunia Lebih Besar dari Laporan Pemerintah, Indonesia di Urutan 17 Besar

WARTAEVENT.com – Jakarta.  Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) menyebutkan di seluruh dunia Covid-19 telah menyebabkan sekitar 6,9 juta kematian, 2 kali lipat lebih besar dari angka-angka resmi yang diterbitkan pemerintah, Indonesia di urutan 17 besar.  

Lembaga yang berada dalam naungan Fakultas Kedokteran University of Washington tersebut menjelaskan, jumlah kematian Covid-19 sangat jauh di bawah angka-angka resmi di setiap negara.

Baca Juga : Manulife Donasikan $250.000 CAD untuk Covid-19 di Asia, Indonesia Salah Satunya

Analisis terbaru ini menunjukkan, hingga kini, Amerika Serikat (AS) memiliki kasus kematian Covid-19 yang lebih banyak ketimbang negara mana pun, yakni mencapai lebih dari 905.000 jiwa. Berdasarkan wilayah, Amerika Latin dan Karibia, Eropa Tengah, Eropa Timur, serta Asia Tengah memiliki jumlah kematian terbanyak. 

Angka-angka kematian ini hanya mencakup kasus kematian yang secara langsung disebabkan virus SARS-CoV-2, bukan kasus kematian akibat kendala yang ditimbulkan pandemi terhadap sistem layanan kesehatan dan masyarakat. 

Dr. Chris Murray, Direktur IHME menjelaskan, di tengah dampak pandemi Covid-19 yang begitu mengerikan, analisis ini mengungkap bahwa jumlah korban jiwa sebenarnya ternyata jauh lebih besar.

Baca Juga : “Covid-19 Sequencing Service” Jitu untuk Mendeteksi dan Memantau Virus Covid-19 Baru

“Dengan memahami angka kematian akibat Covid-19 yang sebenarnya, kita tak hanya menyadari besarnya krisis global tersebut, namun juga memperoleh informasi berharga sehingga para pengambil keputusan dapat menyusun respons dan rencana pemulihan,” ungkap Murray.

Sistem Laporan Buruk

Banyak kasus kematian akibat Covid-19 yang tidak tercatat, sebab berbagai negara hanya melaporkan kasus kematian yang terjadi di rumah sakit atau kematian pasien rawat inap dengan infeksi yang telah terkonfirmasi.

Baca Juga : Begini Cara PT JAS Menangani Pengiriman Vaksin Covid-19

Di banyak negara, sistem pelaporan kesehatan yang buruk, dan akses terbatas terhadap layanan kesehatan memperburuk permasalahan tersebut.

Menurut analisis IHME, jumlah kasus kematian yang tak tercatat, paling banyak dialami negara-negara yang mendapat imbas pandemi terparah hingga saat ini. 

Namun, beberapa negara dengan kasus epidemi yang lebih kecil turut mengalami lonjakan angka kematian, jika kita menghitung angka kematian yang tidak tercatat secara resmi. 

Baca Juga : IHME Prediksi Lebih dari 40.000 Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia hingga 1 November 2020

Analisis ini menunjukkan, negara-negara tersebut menghadapi risiko yang lebih besar dari epidemi yang ternyata lebih luas dari perkiraan sebelumnya. 

“Banyak negara telah bekerja keras untuk mencatat angka kematian resmi akibat pandemi. Meski demikian, menurut analisis kami, negara-negara ini kesulitan untuk melacak kasus penyebaran baru yang berkembang pesat,” ujar Murray. [*]

Exit mobile version