Menurut analisis IHME, jumlah kasus kematian yang tak tercatat, paling banyak dialami negara-negara yang mendapat imbas pandemi terparah hingga saat ini.
Namun, beberapa negara dengan kasus epidemi yang lebih kecil turut mengalami lonjakan angka kematian, jika kita menghitung angka kematian yang tidak tercatat secara resmi.
Baca Juga : IHME Prediksi Lebih dari 40.000 Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia hingga 1 November 2020
Analisis ini menunjukkan, negara-negara tersebut menghadapi risiko yang lebih besar dari epidemi yang ternyata lebih luas dari perkiraan sebelumnya.
“Banyak negara telah bekerja keras untuk mencatat angka kematian resmi akibat pandemi. Meski demikian, menurut analisis kami, negara-negara ini kesulitan untuk melacak kasus penyebaran baru yang berkembang pesat,” ujar Murray. [*]
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Dalam lanskap kuliner gaya hidup yang terus berkembang, dessert berbasis tradisi kini semakin sering diinterpretasi ulang. Daifuku,… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Aston Kemayoran City Hotel menghadirkan promo “Egg-stra Night Deal” untuk menyambut libur Paskah 2026. Program ini menawarkan… Read More
BANDUNG, WARTAEVENT.com – de Braga by ARTOTEL meluncurkan program “Raya City Escape” berupa paket menginap 3 hari 2 malam untuk… Read More
BANTUL, WARTAEVENT.com — Sidang perdana gugatan terhadap hasil Musyawarah Nasional (Munas) VIII Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) digelar di… Read More
BADUNG, WARTAEVENT.com — Apa jadinya jika hutan hujan Kalimantan “dihidupkan” di Bali? Hotel Tugu Bali menghadirkan pengalaman budaya bertajuk Spirit… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — ARTOTEL Harmoni Jakarta berpartisipasi dalam gerakan global Earth Hour dengan memadamkan lampu selama satu jam pada Sabtu… Read More
Leave a Comment