Wartaevent.com, Jakarta – Sambut Hari Batik Nasional 2018, Yayasan Tjanting Batik Nusantara (TBN) kembali menggelar lomba lari “Mandiri Tjanting Run 2018”. Kegiatan ini bagian dari respon positif para pelari dalam mendukung eksistensi batik Nusantara. Sekaligus juga dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat luas, terutama generasi muda, untuk senantiasa menghargai warisan budaya negeri, khususnya batik. Pada kesempatan ini, kembali Bank Mandiri memberikan dukungan untuk ketiga kalinya.
“Konsep mengangkat batik ini sejalan dengan semangat korporat untuk mengusung kekayaan budaya negeri,” ujar Maristella Tri Haryanti dari Bank Mandiri.
Tema batik yang diangkat kali ini masih tetap menelusuri jalur batik, kali ini adalah citra batik Kota Pekalongan. Secara spesifik, Pekalongan yang berada di kawasan pesisir ini, memiliki sejumlah keunikan dalam karya budaya batiknya, salah satunya adalah motif Jlamprang.
Ciri khas motif Jlamprang terlihat dari bentukan garis-garis geometris, segi empat, titik-titik menyerupai tenun, dan sangat kuat pengaruh Patola atau tenun ikat dari India. “Perpaduan beragam etnik dalam batik Pekalongan inilah yang menghasilkan keunikan motif Jlamprang,” demikian disampaikan oleh Bonny Widjoseno, Ketua Yayasan TBN.
Mandiri Tjanting Run mengangkat keunikan tema tersebut dengan semangat mengusung kesadaran kita semua akan rasa persatuan dalam perbedaan. “Memaknai motif Jlamprang adalah memaknai harmoni dalam perbedaan yang ada, motif ini tercipta dari rasa persatuan dan penerimaan akan perbedaan yang lebur dalam kekuatan budaya bangsa,” ujar Erna Laksmana, Event Director Mandiri Tjanting Run.
Dengan misi untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap batik, tahun ini Yayasan Tjanting Batik Nusantara membuat beberapa program yang akan menambah minat pemuda, untuk mempelajari batik lebih dalam lagi.
Dimulai dari kolaborasi antara seniman dengan kolektor sepatu yang memberikan tantangan kepada seniman untuk mencoba menuangkan imajinasi mereka tentang batik di atas sepatu para kolektor.
Selain itu, para seniman ini akan berpartisipasi dalam sebuah web series semi dokumenter yang bertajuk “Eksplorasi Jalur Batik”. Dalam web series ini, para seniman akan menelusuri beberapa kota yang identik dan kaya akan sejarah mengenai batik. Diangkat secara ringan namun tetap mengandung materi yang mendalam tentang batik. “Kedua program ini akan dijadikan sarana promosi menuju Tjanting Run 2018 bulan Oktober nanti,” ujar Erna lebih lanjut.
Mandiri Tjanting Run ini akan diadakan pada 7 Oktober 2018. Sebagaimana tahun lalu, dalam merespon minat pelari; maka tahun ini lomba diadakan dalam dua kategori; yakni 10K dan 5K. Untuk mendapatkan rute yang diinginkan, di tempat yang nyaman dan bersahabat bagi pelari, tim Tjanting bekerja sama dengan pengembang Sinar Mas Land dalam mengeksplorasi rute sejak dari kawasan BSD Green Office, BSD, Tangerang Selatan, hingga ke jalur sekitar yang asri. Dukungan Sinar Mas Land ini menghadirkan venue dan rute yang hijau dan rindang bagi pelari dengan udara sejuk dan jalur lari yang steril.
Sinergi tersebut membuat semua pihak percaya diri untuk menambah jumlah pelari hingga 3.000 orang pada tahun ini; meningkat dibandingkan 2.500 pelari yang bergabung dalam race tahun lalu. “Ini menjadi perhatian kami untuk mengakomodir fasilitas terhadap lebih banyak lagi pelari,” ujar Safrita Aryana, Race Director Mandiri Tjanting Run.
Seperti juga tahun lalu, pelari akan mendapatkan jersey dan medali motif batik dengan desain khusus. Sedangkan pemenang akan mendapat medali podium dengan lanyard batik tulis.
Hal istimewa lainnya adalah akan diikutsertakan para mahasiswa yang berlari dengan mengekslporasi batik sebagai kostum berlarinya. Kepada yang terbaik akan mendapatkan penghargaan khusus. Dan, salah satu hal penting adalah juga TBN bersinergi kembali dengan GNOTA untuk mendukung donasi bagi anak-anak agar mereka dapat terus bersekolah. Untuk memastikan jaminan keselamatan pada pelari, akan disediakan asuransi. Selain itu, kebutuhan isotonic pelari pun didukung penuh oleh Isoplus.
BANDUNG, WARTAEVENT.com — Pengalaman menginap di hotel tidak selalu harus mengikuti ritme perjalanan yang serba cepat. Janévalla Bandung menawarkan pendekatan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Merayakan batik tidak selalu harus melalui busana. Di Novotel Jakarta Cikini, peringatan Hari Batik Nasional tahun ini… Read More
CIBUBUR, WARTAEVENT.com — Seni kontemporer kembali hadir di ruang publik Cibubur melalui Immanence, pameran tunggal seniman Yahya Rifandaru di ARTOTEL… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Bursa pariwisata internasional TTC Travel Mart yang diselenggarakan oleh TTC Indonesia tahun ini kembali diselenggarakan. Kota Jakarta,… Read More
SENTUL, WARTAEVENT.com — Batik tidak lagi terbatas pada busana formal. Di Sentul City, warisan budaya Indonesia tersebut hadir dalam aktivitas… Read More
SENTUL, WARTAEVENT.com — Pengenalan batik kepada generasi muda tidak selalu harus berlangsung dalam ruang belajar formal. The Alana Hotel Sentul… Read More
Leave a Comment