ArtScience Museum Eksplorasi Tubuh Lewat Seni dan Sains
SINGAPURA, WARTAEVENT.com — ArtScience Museum menghadirkan pameran Flesh and Bones: The Art of Anatomy, sebuah eksplorasi lintas disiplin yang mengulas tubuh manusia melalui perspektif seni, sains, dan budaya.
Dibuka sejak 21 Maret 2026, pameran ini menjadi bagian perayaan 15 tahun museum tersebut.
Baca Juga : ArtScience Museum Hadirkan Pameran NOX: Eksplorasi Relasi Manusia dan Mesin
Lebih dari 160 artefak dan karya seni ditampilkan, termasuk koleksi dari Getty Research Institute yang dikurasi oleh Monique Kornell. Materi mencakup ilustrasi anatomi bersejarah, manuskrip medis, hingga atlas langka yang merekam perkembangan pemahaman tubuh manusia.
Versi terbaru pameran ini juga mengintegrasikan perspektif Asia serta 33 karya kontemporer. Wakil Presiden museum, Honor Harger, menyebut pameran ini menyoroti hubungan panjang antara seni, ilmu kedokteran, dan rasa ingin tahu manusia terhadap tubuh.

Salah satu sorotan adalah ukiran anatomi abad ke-18 karya Antonio Cattani yang ditampilkan berdampingan dengan interpretasi modern dari seniman Asia seperti Chiharu Shiota dan Angela Su.
Pengunjung juga dapat merasakan instalasi imersif Evolver karya Marshmallow Laser Feast yang membawa perjalanan visual ke dalam sistem pernapasan manusia, dilengkapi narasi Cate Blanchett.
Baca Juga : ArtScience Museum Pamerkan New Eden, Mitologi Fiksi Ilmiah yang Diubah dalam Perspektif Baru Perempuan Asia
Selain itu, pameran menampilkan pendekatan anatomi dari perspektif Asia, termasuk pengobatan tradisional Tiongkok, serta spesimen medis dari Nanyang Technological University.
Menggabungkan sejarah, teknologi, dan pengalaman imersif, pameran ini mencerminkan bagaimana tubuh manusia terus dipahami ulang lintas budaya dan zaman. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Editor : Fatkhurrohim
