WARTAEVENT.com – Situbondo. Pandemi Covid-19 membuat setiap orang harus menyusun kembali portofolio aset investasi dan likuiditas mereka. Mengingat di tengah situasi penuh ketidakpastian ini seseorang bisa sewaktu-waktu membutuhkan dana darurat.
“Saya menyarankan lebih berhati-hati dalam berinvestasi di tengah pandemi Covid-19. Seperti investasi pilih yang mudah dicairkan ke dalam bentuk tunai itu. Karena bagaimana pun kita perlu yang mudah dicarikan untuk dana darurat saat pandemi ini,” ujar Shanty Noor Handayani, Guru Biologi SMA 1 Panarukan, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Senin (21/6/2021).
Shanty mencontohkan, investasi di logam mulia bisa menjadi pilihan aman bagi para investor di tengah pandemi Covid-19. Mengingat emas termasuk jenis investasi yang mudah di konversi ke tunai.
“Emas saat ini memang menjadi pilihan aman. Karena memang kelebihannya mudah di cairkan sewaktu-waktu. Bagaimana pun juga cash is king dalam situasi krisis ini,” paparnya.
Lanjut dia, namun masyarakat sebaiknya tidak berharap lebih akan keuntungan berinvestasi di logam mulia. Menyusul mulai terjadinya tren penurunan harga emas dalam beberapa waktu terakhir akibat kemajuan proses penemuan vaksin anti Corona.
“Tapi harga emas kan terus turun juga, maka kita jangan berharap lebih untuk keuntungan. Bagaimana pun juga kian dekatnya kehadiran vaksin anti Corona membuat emas tidak lagi jadi instrumen investasiburuan investor,” ucapnya.
Ia juga mencontohkan, investasi lain yang bisa dilakukan saat pandemi ini adalah hasil ternak dan juga hasil panen. “Seperti padi hasil panennya bisa diuangkan sewaktu-waktu butuh. sedangkan hasil ternak bisa dijual pada saat momen Lebaran Haji dengan untung yang lebih besar,” ujarnya.
Investasi menurut bentuknya aset terbagi menjadi dua investasi nyata seperti penanaman modal pada aset berwujud seperti logam mulia, tanah, bangunan, dan kendaraan. Sedangkan investasi keuangan ini merupakan penanaman modal pada aset yang wujudnya tidak terlihat nyata merupakan kontrak tertulis dalam surat berharga yang dapat diperjualbelikan.
“Karakter utama yang membedakan aset rill dan aset keuangan dalam likuiditasnya di mana aset keuangan lebih mudah diperjualbelikan,” katanya.
Dia mengungkapkan, pandemi Covid-19 menyebabkan kondisi perekonomian global tidak stabil, bahkan cenderung menurun. Hal ini berdampak pada sejumlah bisnis di Indonesia bahkan dunia. “Bahkan para investor harus berusaha mencari aset yang tepat dan aman agar tetap bertahan dan selamat dari kerugian dan menjadi investasi masih aman tetapi harus hati-hati dan teliti,” paparnya.
“Investasi yang paling berharga untuk kita hidup kita didunia dan akhirat adalah ilmu yang manfaat akhlak yang mulia dan sedekah yang ikhlas,” tutupnya.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi di wilayah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Senin (21/6/2021) ini juga menghadirkan pembicara Ediyanto (Dosen Fakultas Ekonomi Unars Situbondo), Nugroho (Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu), Lina Yuriyana Soecherman (Kasie Pengembangan dan Perluasan Kesempatan Kerja Pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Situbondo), dan Key Opinian Leader M. Fahmy Fahrezy (Manager Amora Wedding Organizer).
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. [*]