WARTAEVENT.com – Pamekasan. Tantangan di ruang digital sangat besar, konten negatif terus bermunculan, kejahatan dunia maya terus meningkat seperti hoax, penipuan daring, perjudian, dan lainnya. Kewajiban kita bersama untuk terus meminimalkan atau bahkan meniadakan konten negatif dan membanjiri ruang digital dengan konten positif, agar tercipta perdamaian.
Hal itu diungkapkan, Presiden Joko Widodo, dalam sambutannya. Persatuan dan kesatuan bangsa dengan melakukan literasi digital harus terus dilakukan. Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi mengadakan Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur hari ini Senin, (31/05/2021).
“Internet harus dapat menyerukan dan meningkatkan produktivitas masyarakat seperti UMKM naik kelas. Sehingga internet bermanfaat ke seluruh lapisan masyarakat dan melek akan digital. Saya harap gerakan ini dapat mendorong inisiatif di tempat lain,” harapnya.
Baca Juga : Mengurangi Hoax, Diperlukan Literasi Digital
Sementara itu Achmad Nafila Rozie, Co-Founder & Cmo @Adsify.Id menjelaskan, para pelaku UMKM yang dulunya beranggapan sosial media atau digital yang penting ada (bukan tools utama), kini menjadi sebuah kebutuhan dan juga harus serius menekuni digital.
“Mau tidak mau UMKM harus mulai membiasakan diri untuk bersinggungan dengan digitalisasi. Transformasi teknologi penting agar produk UMKM memiliki daya saing dan pasar yang lebih luas. Namun hingga saat ini UMKM yang masuk ke digitalisasi baru 8 juta pelaku atau 13% dari total 60 juta lebih UMKM,” paparnya.
Rozie mengungkapkan, jumlah pengguna internet di Indonesia terus meningkat. Sehingga transformasi digital adalah hal yang menguntungkan dan perlu dipertimbangkan pelaku UMKM. Kombinasi pasar dan usaha konvensional, lewat media sosial, hingga layanan e-commerce makin terbaur dan menjadi lumrah dalam kehidupan masyarakat.
“Penting untuk para pelaku UMKM mulai beradaptasi dan melakukan transformasi operasional bisnis, yang semula 100% offline menjadi kombinasi offline dan online. Semakin banyak UMKM mengembangkan jangkauan ke platform digital, pengaruhnya perekonomian akan positif,” ujarnya
Melalui digital lanjut Rozie, UMKM dapat menghemat waktu dan modal. Selain itu beberapa bisnis menjalankan seluruh operasi secara online untuk meminimalkan biaya. Manfaatnya, pelanggan dapat kembali melakukan kunjungan ke platform digital milik UMKM kapan saja untuk mendapat informasi atau melakukan pembelian.
Baca Juga : Cakap Digital Bisa Cegah Risiko Keamanan di Dunia Maya
Vinsky Astari, salah satu pelaku media sosial atau influencer menjelaskan, efek dari media sosial itu sangat besar khususnya untuk para UMKM. Seperti yang pernah dilakukan Vinsky dengan mempromosikan sebuah warung kuliner menjadi terkenal di Jember.
“Dari hal yang saya lakukan dengan konten creator di Jember sangat membantu UMKM kuliner di sana. Hasil dari konten tersebut alhamdulilah orang Jember makin mengetahui warung tersebut dan juga pendapatan warung tersebut semakin meningkat. Ini merupakan efek positif dari sosial media atau digital,” terangnya. [*]
- Penulis & Editor : Fatkhurrohim