Berikutnya, Junissa menyampaikan materi etika digital berjudul “Ujaran Kebencian, Identifikasi Konten dan Regulasi yang Berlaku”. Ia mengatakan, media sosial bisa bermanfaat mendukung daya kreativitas dan inovasi kita, namun dapat pula membawa dampak negatif seperti ujaran kebencian, kejahatan siber, dan penyebaran hoaks.
Efek negatif media sosial tersebut bisa membuat seseorang merasa tidak aman, tak nyaman, dan kurang percaya diri. “Dengan cerdas memilah dalam bermedia sosial, kita dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas dan menghindarkan efek negatif,” terangnya.
Sementara itu pemateri ketiga, Sri Wahyuni membahas topik budaya digital tentang “Memahami Batas dalam Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital”. Menurut dia, kebebasan berekspresi yang diterapkan secara tak bertanggung jawab, justru menimbulkan dampak negatif seperti penyebaran hoaks.
“UU ITE sebagai batasan dalam beraktivitas digital diharapkan mampu membuat ruang maya kita lebih bersih, sehat, beretika, dan produktif,” jelasnya.
SINGAPURA, WARTAEVENT.com – Xiaomi memperluas langkahnya di dunia otomotif virtual melalui Xiaomi Vision Gran Turismo (Vision GT), mobil konsep listrik… Read More
YOGYAKARTA, WARTAEVENT.com – Wyndham Garden Yogyakarta Conference Hotel & Action Park, dan Ramada by Wyndham, mengandalkan integrasi akomodasi, fasilitas olahraga,… Read More
YOGYAKARTA, WARTAEVENT.com – Artotel Group memperluas portofolio pengelolaan hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta setelah dipercaya Sun Motor Group sebagai third-party… Read More
WONOSOBO, WARTAEVENT.com — Pagi itu, udara di luar ARTOTEL Wanasaba—hotel ikonik di Wonosobo masih dingin. Hawannya terasa menusuk tulang rusuk.… Read More
WONOSOBO, WARTAEVENT.com — Perkembangan pariwisata Wonosobo mendorong kebutuhan akomodasi yang tidak hanya menawarkan tempat menginap, tetapi juga pengalaman yang sesuai… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Budaya sneakers, olahraga, musik, dan kreativitas bertemu dalam Foot Locker Day 2026 yang berlangsung di M Bloc… Read More
Leave a Comment