Categories: News

Beberapa Profesi Yang Nge-Hit di era Revolusi Industri 4.0

WARTAEVENT.COM, Kab. Ngawi – Era Revolusi Industri 4.0 mengubah segala urusan jadi serba simpel dan cepat. Perusahaan mulai memikirkan kandidat-kandidat yang tepat dan sesuai untuk berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan ini.

 “Beberapa hal yang dulu sempat begitu sulit, sekarang jadi lebih mudah diproses. Hal ini memunculkan berbagai profesi baru, sebagai bentuk penyesuaian kebutuhan perusahaan dan para startup yang mulai berkembang pesat,” ujar Muhammad Alvin Al Huda, CEO CV. Huni Raya Group dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (15/7/2021).

Ia menambahkan, beberapa di antaranya adalah profesi yang cenderung membutuhkan kreativitas manusia untuk bersaing dan membuat inovasi baru.  

“Karena revolusi industri 4.0 memiliki kecepatan perubahan yang eksponensial. Artinya, perkembangan industri akan semakin cepat seiring pertambahan waktu. Tak ada lagi waktu untuk bermain-main,” paparnya.

Berikut adalah beberapa pekerjaan yang jadi peluang besar di era Revolusi Industri 4.0.

  • App Developer. Setiap perusahaan yang bergerak di berbagai macam bidang, berlomba-lomba menciptakan aplikasi untuk menunjang kemudahan para konsumennya di masing-masing smartphone. Orang-orang yang menciptakan aplikasi itu disebut App Developer. Untuk menjadi seorang App Developer, kemampuan yang harus dikuasai yaitu memahami algoritma dan logika pemrograman, seperti Java, C++, Phyton, Ruby dan masih banyak lagi.
  • Web Developer. Kurang lebih sama seperti App Developer, namun Web Developer berfokus pada situs web. Perusahaan membutuhkan website agar produk dapat lebih dikenal dan menjangkau calon konsumen. Web Developer harus mempelajari dan menguasai front-end, back-end developer, HTML, CSS, dan lainnya.
  • Content Creator. Sebuah produk akan dikenal masyarakat luas jika dikemas dengan iklan yang dapat membuat orang penasaran dan tertarik dengan produk tersebut. Bagaimana membuat orang terpengaruh untuk membeli atau menggunakan produk adalah tugas dari Content Creator. Untuk menjadi seorang Content Creator yang baik diperlukan soft skill yaitu kreativitas dan inovasi untuk menciptakan konten menarik.
  • SEO Specialist. Seorang SEO Specialist dituntut untuk selalu update terhadap perkembangan informasi mengenai algoritma Google yang terus menerus diperbarui. Bagi perusahaan yang mengandalkan digital marketing dalam memasarkan produk mereka, peran SEO sangat vital bagi bisnis perusahaan. Profesi Spesialis SEO masih sangat jarang ditekuni, sehingga para perusahaan berani memberikan bayaran yang cukup besar untuk posisi ini.
  • Social Media Specialist. Hampir semua orang mempunyai setidaknya dua akun sosial media dari berbagai platform. Perusahaan memanfaatkan sosial media untuk berinteraksi atau membangun hubungan dengan pelanggan atau target market, juga memasang iklan. Tugas Social Media Specialist adalah membuat ide konten dan menganalisa feedback dari warganet.
  • Data Scientist. Di awal disebutkan istilah-istilah yang terkait dengan Industri 4.0, salah satunya adalah Big Data. Seorang Data Scientist lah yang akan mengumpulkan, mengolah, dan menganalisa, dan mempresentasikan data-data yang ada untuk menghasilkan informasi yang berguna. Informasi tersebut nantinya jadi bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan untuk perusahaan.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (15/7/2021) yang menghadirkan pembicara, Reiza Praselanova (Coach Public Speaking & Pendidikan), Amidatus Sholihat (Wakil Rektor III ITSNU Pasuruan), Clara Marisa Purnamasari (Associate Wealth Planner & International Campus Ambassador at IMUN), dan Apsari Siwi Budi Bestari sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Teguh S Gembur

Leave a Comment

Recent Posts

APEKSI dan GoVirtual Dorong Kota Indonesia Masuk Era Imersif

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Cara pemerintah kota memperkenalkan potensi daerah kepada investor mulai bergerak ke ruang digital yang lebih visual. Asosiasi… Read More

12 hours ago

The Late Shift Hadirkan Comfort Food untuk Malam Jakarta

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Setelah seharian berhadapan dengan ritme Jakarta yang padat, malam menjadi waktu untuk memperlambat langkah. Memanfaatkan momen tersebut,… Read More

12 hours ago

ARTOTEL Casa Hangtuah Ajak Tamu Berbagi Kebaikan Bersama UNICEF

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Momentum bulan kemerdekaan dimanfaatkan ARTOTEL Casa Hangtuah untuk mengajak masyarakat memaknai kebersamaan melalui aksi sosial. Hotel ini… Read More

13 hours ago

Meruorah Komodo Labuan Bajo Raih Penghargaan Premium Hotel Trip.Best

LABUAN BAJO, WARTAEVENT.com — Meruorah Komodo Labuan Bajo meraih penghargaan “Trip.Best Premium Hotel 2026” dari Trip.com. Pengakuan ini menempatkan hotel… Read More

2 days ago

Fashion Show Inklusif Hadir di THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Jakarta tidak selalu hadir lewat seremoni. THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa… Read More

2 days ago

Delapan Tahun de Braga Tanam 50 Pohon untuk Masa Depan

BANDUNG, WARTAEVENT.com — Perayaan ulang tahun ke-8 de Braga by ARTOTEL tidak hanya berlangsung melalui seremoni. Hotel tersebut memilih menandai… Read More

2 days ago