Site icon WARTAEVENT.COM

Beda Pembayaran Digital dengan Tunai dan Dampaknya bagi Pelanggan

WARTAEVENT.com – Jember. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan webinar Literasi Digital melalui aplikasi zoom dari bulan Mei hingga Desember 2021 mendatang.

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab.

Penyelenggaraan Kegiatan webinar Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Jember pada hari ini Rabu (18/08/2021) dengan mendatangkan 4 narasumber yaitu Eko Wahyu Septantono, Vivid Sambas, ST, MMT., Fida Syarifa Syifa, Tio Prasetyo Utomo,  dan Anindito Wisnu Sampurno (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Anak Muda Ayuk Kita Isi Kemerdekaan Digital”. Dan diikuti oleh 553 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Eko Wahyu Septantono adalah, pada era digital seperti ini hampir semua kegiatan transaksi bisa dilakukan dalam bentuk cashless. 

Namun, sebenarnya apa yang terjadi jika penggunaan uang elektronik lebih dominan daripada uang secara tunai, apakah ada dampak yang signifikan? 

Dan pada saat itu Eko Wahyu Septantono langsung memberikan jawaban, ketika ada penggunaan transaksi dengan menggunakan e-wallet atau saldo dompet digital, tentunya akan mendorong masyarakat khususnya para penjual untuk beradaptasi dengan menyediakan jasa pembayaran melalui transaksi elektronik. 

Dampak yang terjadi akhirnya ketika ada para penjual yang masih menggunakan transaksi secara tunai tentunya akan mempersulit para penjual untuk mendapatkan pelanggan baru atau pembeli yang banyak.

Tujuan utama Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar webinar Literasi Digital ini karena diharapkan masyarakat Indonesia pada akhir tahun ini mencapai 10 juta orang terliterasi dan diharapkan meningkat menjadi 50 juta orang di tahun 2024 mendatang.

Literasi Digital yang mengakat tema besar Indonesia Makin Cakap Digital ini membahas 4 pilar utama Literasi Digital yakni, budaya bermedia (digital culture), aman bermedia (digital safety), etis bermedia (digital ethics) dan cakap bermedia digital (digital skills). [*]

Exit mobile version