Site icon WARTAEVENT.COM

Begini Caranya Sosial Media Untuk Promosi Wisata

Business photo created by creativeart - www.freepik.com

WARTAEVENT.com – Bangkalan. Perkembangan dunia digital yang cukup pesat ini, tentu saja Anda tidak akan asing dengan sosial media. Saat ini sosial media digunakan untuk berbagai hal termasuk untuk promosi wisata. 

Hal itu diungkapkan, Inayah Swasti Ratih, Dosen STEBI Badri Masduqi & Tim Pengembangan Media Digital Edukasi Ekonomi Islam, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (30/11/2021).

Menurut data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), pengguna internet di Indonesia saat ini sekitar 63 juta jiwa. Kemudian untuk 95% dari data tersebut mengakses internet untuk bermain di jejaring sosial.

“Dari data tersebut sudah terlihat bagaimana potensi yang bisa didapatkan dari promosi di sosial media. Semakin banyak orang yang mengakses media sosial, maka semakin besar pula peluang untuk mempromosikan produk atau jasa agar dilirik penggunanya. Sebenarnya penggunaan media sosial untuk promosi sudah lama digunakan oleh pelaku bisnis,” terangnya.

Ia menambahkan, masih banyak pelaku usaha yang belum memaksimalkan medsos untuk promosi produk maupun jasa yang ditawarkannya. “Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk memanfaatkan sosial media dengan tepat. Apalagi dimasa pandemi seperti saat ini, yang melemahkan perekonomian dari berbagai aspek termasuk pariwisata,” paparnya.

Ia juga menerangkan, sejak masuknya Covid-19 ke Indonesia, sudah banyak destinasi wisata yang ditutup untuk menurunkan penyebaran virus corona. Hal ini tentu saja menyebabkan banyak orang harus kehilangan pekerjaannya. Selain itu pendapatan negara dari sektor pariwisata juga ikut menurun, karena menurunnya jumlah wisatawan yang datang berkunjung.

“Tetapi bukan berarti pelaku usaha yang ada di dunia pariwisata menyerah akan masalah ini. Banyak pelaku usaha yang terus berusaha agar tempat usahanya tetap hidup. Salah satunya dengan memanfaatkan sosial media untuk tetap berinteraksi dengan wisatawan. Walaupun tempat wisata ditutup sementara jangan sampai promosi terhenti,” ujarnya.

Ia mengatakan, pemilik usaha tetap bisa mempromosikan tempat wisata saat pandemi melalui jalur online. Salah satunya dengan menggunakan sosial media, bisa melalui Facebook, Instagram, Twitter, Tiktok, dan jejaring sosial lainnya. 

“Sehingga pada saat wisatawan sudah diperbolehkan melakukan perjalanan wisata, destinasi wisata tersebut bisa menjadi tujuan bagi para pengunjung,” terangnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (30/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Gian Depa Hermawan (PMT & Business Development at PT. Sahftindo Energi), Syawqi Futhaqi Hanan (Content Creator, Fonder Footbal Reaction & Info United), Yuni Setyaningsih (Operation Director Key Production), dan Nur Aini sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Exit mobile version