Site icon WARTAEVENT.COM

Berani Bicara dan Laporkan Cara Ampuh Hentikan Perundungan Siber

WARTAEVENT.com – Pangkep. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada hari ini Jum’at (03/09/2021) di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. 

Kolaborasi ketiga lembaga pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Mencegah, Menghadapi dan Melawan Perundungan Digital”. Dan diikuti oleh 626 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Ada 4 narasumber pada sesi sesi webinar siang ini, di antaranya, presenter TV, Anastasya Lensun; Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI), Hesthi Murthi; Guru Besar Tetap Universitas Halu Oleo Bidang Pendidikan Bahasa Indonesia, Aris Badara; serta pemengaruh, Andi Amalia Kartika. 

Sebagai pemateri pembuka, Hesthi Murthi mengangkat tema, “Kecakapan Mencegah Perundungan Digital”. Menurut dia, kecakapan digital perlu dipelajari anak, remaja, dan orang tua. 

“Dengan kecakapan digital, orangtua bisa mendampingi anak dan remaja serta mentransfer pengetahuan demi melindungi diri di ruang digital,” katanya.

Andi Amalia Kartika pemateri kedua membahas topik “Upaya Mencegah, Mendeteksi & Menyikapi Cyberbullying”. Dia mengatakan, orangtua harus menyampaikan kepada anak pentingnya etika di media sosial (medsos). 

Orangtua juga harus memantau segala aktivitas anak di medsos. “Ketahui akun media sosial anak beserta teman-temannya di dunia maya,” ucapnya. 

Selanjutnya Aris Badara, pemateri ketiga mengurai tema berjudul “Literasi Digital Bagi Tenaga Pendidik dan Anak di Era Digital”. Menurut dia, orangtua dan guru harus mengubah pola pembelajaran kepada anak di era digital.

“Ciptakan proses pembelajaran yang merangsang berpikir kritis dan kreatif. Selain itu, dorong anak untuk menyadari potensi dirinya,” saran Aris. 

Adapun Anastasya Lensun, sebagai pemateri penutup menyampaikan tema “Menganalisis Kasus Cyberbullying dan Cara Menghentikannya”. Ia mengatakan, jika mengalami perundungan di era digital harus berani angkat bicara dan bilang tidak suka. 

“Tetap tenang sembari mengumpulkan barang bukti dan melaporkan ke pihak berwajib,” imbuhnya.

“Apa yang dilakukan ketika menjadi korban cyberbullying?” tanya Habieb Mirwan Kurniawan, salah satu peserta kegiatan Literasi Digital. 

Andi Amalia Kartika menyarankan untuk membalas setiap hujatan dengan prestasi. “Sebelum menjadi model dan karyawan, saya sering mendapatkan cyberbullying karena memiliki tinggi badan di atas rata-rata perempuan umumnya. Namun, saya memotivasi diri dan mengembangkan bakat menjadi model,” ucapnya.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. [*]

Exit mobile version