WARTAEVENT.com – Seoul. Berbagai perusahaan terus meningkatkan pengelolaan Environment, Society, and Governance (ESG) sebab evaluasi atas indeks ESG berdampak langsung terhadap aktivitas bisnis, seperti pendanaan dan penjualan.
Perusahaan asal Korea, KT&G, telah merambah pasar Indonesia selama 10 tahun, dan terus memperkuat pengelolaan ESG. KT&G berhasil mempertahankan pangsa pasar di Korea selama bertahun-tahun. Bahkan, kini menjadi perusahaan tembakau terbesar kelima di dunia dalam hal pangsa pasar dan penjualan.
Jaeyoung Cho, Chief of Global Headquarter of KT&G mengatakan, pihaknya akan terus membuat kontribusi sosial secara aktif di tingkat global, dan menjadi pemimpin ESG yang mendatangkan berbagai dampak positif.
Baca Juga : New Normal Mulai Memperkuat Aktivitas Ekonomi
“Indonesia dan Korea telah lama menjadi mitra dan memiliki aktivitas perdagangan yang aktif. Itu sebabnya, kami ingin terlibat menggerakkan ekonomi Indonesia dan meningkatkan nilai tambah sosial lewat kontribusi local,” ungkapnya.
Tahun lalu, pendapatan konsolidasian KT&G berhasil menembus KRW 5 triliun, rekor tertinggi sejak perusahaan terbentuk. Hal ini terjadi berkat memaksimalkan nilai tambah nonfinansial yang meliputi lingkungan hidup, sosial, dan tata kelolaa perusahaan.
KT&G Meningkatkan Nilai Tambah Nonfinansial
Sebagai warga perusahaan global, KT&G memiliki berbagai program kontribusi sosial yang memenuhi tanggung jawab sosialnya, tak hanya di Korea, namun juga di negara-negara yang menjadi lokasi kantor luar negeri KT&G.
Di Indonesia, KT&G mengelola “Sangsang Univ”, “Pusat Bahasa Korea”,“Pusat Pelatihan Kerja”, dan beberapa wadah pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Seluruh program ini ingin membantu generasi muda dan golongan masyarakat kurang mampu agar mampu hidup mandiri.
Pada 2014, KT&G menjadi perusahaan Korea pertama di Indonesia yang membuka pusat bahasa Korea sebagai sarana pertukaran budaya antara kedua negara.
Baca Juga : Kimia Farma dan BWA Luncurkan Klinik Apung Untuk Misi Kemanusian
Di tahun yang sama, KT&G mulai mengelola komunitas mahasiswa yang disebut “Sangsang Univ Indonesia”. Komunitas ini menyediakan kesempatan gratis bagi generasi muda yang ingin mengembangkan bakatnya sebagai penggerak ekonomi nasional.
Lebih lagi, KT&G mendanai “Coffee Lab”, sebuah pusat pelatihan kerja di sektor budi daya kopi. Fasilitas ini membantu perkembangan industri kopi di Indonesia, dan membuka berbagai lapangan pekerjaan mengingat status Indonesia sebagai penghasil kopi terbesar keempat di dunia.
KT&G Raih “AA” Index ESG
Selanjutnya, pada Maret 2021, KT&G mendirikan “KT&G Indonesia Job Training Center” di Universitas Kristen Cipta Wacanayang memberikan pelatihan gratis bagi keluarga berpendapatan rendah.
KT&G juga ingin mengadakan pelatihan teknologi tekstil pada September tahun depan bagi keluarga dan pemuda berpendapatan rendah di berbagai fasilitas kesejahteraan sosial.
KT&G berkontribusi untuk komunitas lokal dengan menciptakan sekitar 4.800 pekerjaan baru secara kumulatif sejak 2006, atau sekitar 900 pekerjaan baru setiap tahun. KT&G juga membeli daun-daun tembakau dan suplai tembakau lokal demi menggerakkan aktivitas ekonomi.
Baca Juga : Penelitian GCET Menunjukan Kekuatan Dukungan Sektor Pariwisata
KT&G terus memperkuat program tanggung jawab sosial sebagai warga perusahaan, dan meraih peringkat “AA” dalam indeks ESG yang diterbitkan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Februari tahun ini.
MSCI mengevaluasi KT&G bersama perusahaan-perusahaan tembakau berskala global lainnya. [*]
- Penulis & Editor : Fatkhurrohim
- Photo Utama : freepik