Ia menambahkan, dengan angka tersebut sudah ada ekosistem yang terbentuk dan saling support atau mendukung satu sama lainnya.
“Jadi tidak hanya hotelnya itu sendiri, bisa jadi ada pemain lain seperti aplikasi kesehatan yang akan bergabung untuk memenuhi standard protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah pusat untuk industri perhotelan,” terangnya.
Tidak hanya itu juga, ekosistem ini pun mampu melibatkan pelaku industri kreatif dengan sekala UMKM di Indonesia pun akan terlibat di dalamnya dengan menyediakan souvenir dan lainnya.
“Kolaborasi ini diharapkan akan membangun ekosistem yang menggerakan perekonomian nasional dari perhotelan. Dengan demikian akan menaikan public ratedan ekosistem itu sendiri. Dan ini yang akan dicari oleh para investor,” tambahnya.
BANDUNG, WARTAEVENT.com — Pengalaman menginap di hotel tidak selalu harus mengikuti ritme perjalanan yang serba cepat. Janévalla Bandung menawarkan pendekatan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Merayakan batik tidak selalu harus melalui busana. Di Novotel Jakarta Cikini, peringatan Hari Batik Nasional tahun ini… Read More
CIBUBUR, WARTAEVENT.com — Seni kontemporer kembali hadir di ruang publik Cibubur melalui Immanence, pameran tunggal seniman Yahya Rifandaru di ARTOTEL… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Bursa pariwisata internasional TTC Travel Mart yang diselenggarakan oleh TTC Indonesia tahun ini kembali diselenggarakan. Kota Jakarta,… Read More
SENTUL, WARTAEVENT.com — Batik tidak lagi terbatas pada busana formal. Di Sentul City, warisan budaya Indonesia tersebut hadir dalam aktivitas… Read More
SENTUL, WARTAEVENT.com — Pengenalan batik kepada generasi muda tidak selalu harus berlangsung dalam ruang belajar formal. The Alana Hotel Sentul… Read More
Leave a Comment