Categories: News

Bijak Berekspresi di Ruang Digital dengan Pola Pikir Produktif

WARTAEVENT.COM, Kab. Bangkalan – Perkembangan dunia digital telah mengubah cara beraktivitas di hampir semua lini kehidupan. Perubahan paling pesat terjadi di bidang komunikasi, teknologi digital menyediakan fasilitas kemudahan berkomunikasi dan bersosialisasi. Bahkan menjadi hal yang esensial pada kondisi pandemi karena mobilitas sosial dibatasi.

Hal itu diungkapkan, Heriyanto, Owner Polo Great Tour & Travel Bangkalan, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (06/10/2021).

Perkembangan teknologi diikuti pula dengan meningkatnya pengguna gadget dan internet untuk berbagai keperluan. Tercatat pengguna internet meningkat dari 171 juta penduduk di tahun 2020 menjadi 202,6 juta di tahun 2021. Penggunaan media sosial pun menjadi bertambah karena waktu berinternet lebih banyak.

Ia menjelaskan, dalam bermedia sosial, kebebasan berekspresi kini tanpa sekat. Semua orang punya hak menerima, menyampaikan, dan menyebarkan ide maupun gagasan dalam bentuk apapun dan cara apapun.

“Secara positif kebebasan berekspresi bisa memberikan pengetahuan baru dan insight yang lebih luas karena kemudahan aksesnya. Kebebasan berekspresi juga memberikan kesempatan bagi pelaku bisnis, sehingga meningkatkan ekonomi, dan paling banyak media sosial menjadi ladang mengekspresikan aspirasi,” jelasnya.

Namun, perlu diketahui, kebebasan berekspresi juga menimbulkan dampak negatif. Media sosial memunculkan konten berupa meme yang bertujuan menjatuhkan seseorang atau kelompok tertentu. Konten yang awalnya untuk hiburan membuat semua orang berlomba menghadirkannya di ruang digital hingga antusiasme tinggi itu melupakan nilai positif dan kebablasan, melupakan prinsip etika.

“Sebagai pengguna kita harus bijak dalam menyampaikan ekspresi. Caranya dimulai dari diri sendiri dengan menjadi orang yang positif, berhati-hati menggunakan media sosial. Di media sosial, banyak sekali informasi hoaks, jadi mudah terprovokasi buzzer. Kita juga harus paham platform media sosial yang dipakai digunakan untuk apa, agar tidak asal ikut-ikutan. Kabar buruknya, jika kebablasan berekspresi bisa tersandung masalah hukum, karena aktivitas digital diatur oleh undang-undang. Penting memahami emosi agar tidak melampiaskan emosi di ruang digital, karena dengan kondisi emosi individu cenderung tidak bisa berpikir jernih dalam bertindak,” jelasnya.

Ia menambahkan kondisi media sosial di ruang digital itu riuh dengan berbagai informasi, mulai dari yang sangat positif hingga informasi yang sangat negatif. Sehingga untuk menyikapi keriuhan itu pengguna media sosial harus memiliki visi atau tujuan, apakah untuk mencari informasi atau sekadar mencari hiburan. Dengan menentukan tujuan itu sekaligus menjadi kontrol diri agar dalam berekspresi itu sesuai porsinya.

“Tsunami informasi di dalamnya menyebabkan ketidakpastian, sehingga jangan sampai menelan mentah-mentah informasi yang tersaji. Kompleksitas di dalam media sosial memerlukan kejelasan, ketika ingin membagikan informasi pastikan kebenaran dan kejelasannya. Itu sebabnya, sebagai pengguna juga harus lincah, harus mampu check and recheck informasi sebelum melakukan aksi selanjutnya,” jelasnya.

Menurutnya, kebebasan yang kebablasan akan menimbulkan masalah. Ruang digital memberikan kebebasan bagi siapa saja, sehingga setiap pengguna sekaligus menjadi pembuat dan penyebar konten. Jika tidak dibarengi dengan kecakapan yang baik dapat memicu bersemainya misinformasi, disinformasi, dan malinformasi serta hoaks.

“Oleh karena itu, untuk menghadapi tantangan dinamika ini kita perlu membentuk pola pikir yang produktif, menambah wawasan agar mampu berpikir kritis. Mengembangkan kreativitas melalui internet, berkolaborasi membangun ruang digital yang baik dengan komunikasi yang baik pula,” imbuhnya.

Dalam berekspresi, pengguna ruang digital tidak boleh meninggalkan etika. Bagaimana kita berpikir dulu sebelum posting. Pastikan dulu apakah informasi yang akan disampaikan itu benar, tidak mengandung konten yang dapat menyakiti orang lain.

Apakah yang akan diunggah itu tidak melanggar hak orang lain, dan perlu mempertimbangkan penting tidaknya informasi jika diunggah. Serta memastikan konten yang akan di-upload, disebar itu mengandung kebaikan.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (06/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Fitriyah (Guru SMAN 1 Bangkalan), Daniel R.B (Clinical Psychologit Clinical Hypotheraphy), DT Yunanto (Co-Founder AutoSultan munitas AutoTrading Forex), dan Dian Ardenia Susanti sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

redaksi wartaevent

Leave a Comment

Recent Posts

ArtScience Museum Eksplorasi Tubuh Lewat Seni dan Sains

SINGAPURA, WARTAEVENT.com — ArtScience Museum menghadirkan pameran Flesh and Bones: The Art of Anatomy, sebuah eksplorasi lintas disiplin yang mengulas… Read More

15 hours ago

Toast Box Ekspansi ke Batam Usung Konsep Kopitiam Modern

BATAM, WARTAEVENT.com — Restoran asal Singapura, Toast Box, memperluas kehadirannya di Indonesia dengan membuka gerai pertama di Batam, Kepulauan Riau.… Read More

18 hours ago

Maskapai Ini Hadirkan Siaran Langsung Piala Dunia di Pesawat

SINGAPURA, WARTAEVENT.com — Maskapai Singapore Airlines (SIA) menghadirkan pengalaman hiburan berbeda bagi penumpang dengan menayangkan pertandingan FIFA World Cup 2026… Read More

23 hours ago

Aston Kemayoran Tawarkan Staycation Fleksibel dengan Konsep 24 Jam

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Tren staycation di Jakarta kian mengarah pada kebutuhan fleksibilitas waktu dan kenyamanan. Menjawab perubahan ini, Aston Kemayoran… Read More

1 day ago

ARTOTEL Cibubur Hadirkan Dining Berkelanjutan Berbasis Plant-Based Lifestyle

CIBUBUR, WARTAEVENT.com – ARTOTEL Living World Kota Wisata – Cibubur mulai mengintegrasikan konsep dining berkelanjutan melalui inisiatif Rebellious Hunger yang… Read More

1 day ago

Kolaborasi Sponsor di Pestapora 2025: Catatan bagi Ekosistem Festival Musik

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Festival musik identik dengan suasana meriah—ribuan penonton berkumpul, panggung megah berdiri, dan musisi tampil silih berganti. Namun… Read More

1 day ago