Warta Event, Jakarta– Pertunjukkan musik jazz yang dipadupadankan dengan langgam Jawa terasa asyik dinikmati. Harmoni itulah yang disajikan Bintang Indrianto bersama Bianglala Voices dalam acara Musik Kamisan BBJ. Event tersebut sekaligus menjadi ajang promosi album baru Bintang Indrianto yang berjudul “Gambang Suling Ki Nartosabdo”. Pertunjukkan yang dikemas secara apik oleh Bintang Indrianto mampu memukau penonton.
Bintang lndrianto, salah satu bassist terbaik ini sudah berkarya sejak tahun 90an. Sepanjang karirnya di dunia hiburan telah mengeluarkan 10 album solo. Sedangkan kolaborasinya dengan kelompok vokal “Bianglala Voices” dimulai sejak 2012. Saat itu mereka bekerja sama merampungkan album satu, yang juga menjadi debut album Bianglala Voices.
Di album “Gambang Suling Ki Nartosabdo” ini, perjalanan musik mantan basis Spirit Band banyak terilhami oleh para sahabatnya yang juga musisi. Diantaranya, Sujiwo Tejo, Djaduk Ferianto, Butet Kertarajasa dan Agus Noor. Uniknya, dalam penggarapan album “Gambang Suling Ki Nartosabdo”, Bintang Indrianto malah tidak mengikuti pakem yang sudah diperbuat oleh sahabat sahabatnya tersebut.
Pertunjukan Kamis (15/9) kemarin, Tanti Hudoro, Freddy, Wina Prihatin, Kromong, Stem dan Ritmanto Saleh yang tergabung dalam Bianglala Voices membawakan langgam lagu Jawa karya Ki Nartosabdo, yang sebelumnya sudah di arrasemen oleh Bintang sendiri. Suara langgam yang dipadu dengan nuansa jazz dan ditampilkan dengan gaya segar, membuat pertunjukan tidak hanya menghibur, namun juga menambah pengetahuan akan karya Ki Nartosabdo. Penampilan Bintang didukung juga oleh Taufan Irianto Siswanto (perkusi), Imam Garmansyah (Keyboards),dan Eugen Bounty (Sax).
Pertunjukan berdurasi lebih dari satu jam ini dibuka dengan lagu “Ibu Pertiwi” dan dilanjutkan dengan “Mbok Yo Mesem”, “Gambang Suling”, “Pawelingku”, “Ojo Lamis”, “Klinci Ucul”, “Doro Lumuk” dan Prahu Layar. Menurut Bintang, karya Ki Nartosabdo mengekspresikan kehidupan Jawa yang sarat makna. Lagunya lebih banyak bernada gembira. Walau Bintang secara personal tak begitu dekat dengan sosok Ki Nartosabdo, ia katakan, ” Saya merasa berdosa jika tak turut melestarikannya. Walau saya tak mengenal dekat Ki Nartosabdo, soal karyanya saya sangat mengaguminya. Semoga lagu dan musik yang dibawakan malam ini memberi gambaran yang lebih segar tentang karya Ki Nartosabdo”.
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Cara pemerintah kota memperkenalkan potensi daerah kepada investor mulai bergerak ke ruang digital yang lebih visual. Asosiasi… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Setelah seharian berhadapan dengan ritme Jakarta yang padat, malam menjadi waktu untuk memperlambat langkah. Memanfaatkan momen tersebut,… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Momentum bulan kemerdekaan dimanfaatkan ARTOTEL Casa Hangtuah untuk mengajak masyarakat memaknai kebersamaan melalui aksi sosial. Hotel ini… Read More
LABUAN BAJO, WARTAEVENT.com — Meruorah Komodo Labuan Bajo meraih penghargaan “Trip.Best Premium Hotel 2026” dari Trip.com. Pengakuan ini menempatkan hotel… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Jakarta tidak selalu hadir lewat seremoni. THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa… Read More
BANDUNG, WARTAEVENT.com — Perayaan ulang tahun ke-8 de Braga by ARTOTEL tidak hanya berlangsung melalui seremoni. Hotel tersebut memilih menandai… Read More
Leave a Comment