
WARTAEVENT.com – Makassar. Berbagai macam inovasi baru di dunia internet sebaiknya dimanfaatkan untuk menciptakan konten positif. Dengan bekal budaya digital yang baik, mewujudkan masyarakat yang cerdas bisa dilakukan lewat kreasi konten positif di internet.
Demikian yang menjadi pembicaraan dalam webinar bertema “Viral di Dunia Digital Lewat Konten Positif”, Selasa (2/8), di Makassar, Sulawesi Selatan, yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.
Baca Juga : Tangkal Radikalisme, Bekali Pelajar dengan Literasi Digital
Webinar tersebut menghadirkan narasumber Dosen Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar Muhammad Sahid; Dosen Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik FISIPOL Universitas Gadjah mada Yogyakarta Bevaola Kusumasari; dan peneliti dan pengajar tetap vokasi pada Universitas Indonesia Devie Rahmawati.
Dalam paparannya, Muhammad Sahid mengingatkan tantangan di tengah derasnya arus informasi di era digital sekarang ini. Beberapa di antaranya adalah menipisnya wawasan kebangsaan, berkurangnya nilai sopan santun, minimnya pemahaman hak-hak digital, atau kebebasan berekspresi yang berlebihan.
Baca Juga : Anak Muda Harus Melek Literasi Digital untuk Cegah Penyebaran Misinformasi
Apabila hal-hal tersebut dibawa ke ruang digital, tidak mustahil akan timbul masalah di belakang hari, seperti konflik atau pertikaian, maupun masalah pidana terkait hak intelektual di ruang digital. “Tidak semua hal yang viral itu bagus dan perlu diikuti. Ciptakanlah budaya digital yang baik dan sehat dengan prinsip-prinsip yang terkandung pada Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika,” ucap Sahid.
Bevaola Kusumasari menambahkan, perkembangan dunia digital saat ini banyak menghadirkan inovasi baru. Beberapa portal internet dengan konten positif bisa mengedukasi dan menginspirasi masyarakat sehingga dapat membawa ke arah perubahan yang lebih baik. Ia percaya bahwa manusia memiliki watak untuk terus belajar sehingga dibutuhkan asupan informasi yang positif, tak terkecuali di internet.
“Untuk berkontribusi memberikan informasi positif di internet itu tidak susah. Beberapa caranya adalah dengan membagikan konten positif mengenai pengalaman pribadi, kata mutiara atau quote, dan gambar atau foto yang menginspirasi, terutama hasil karya pribadi,” ujar Bevaola.
Baca Juga : Literasi Digital Pintu Mengenalkan Budaya Indonesia Kepada Dunia Luas
Sementara itu, Devie Rahmawati mengingatkan dampak masifnya penggunaan perangkat digital bagi kebanyak orang yang gemar berselancar di internet. Kendati memiliki sejumlah manfaat yang positif, dunia digital bisa mengurangi intensitas pergaulan antar sesama manusia di dunia nyata lantara masing-masing individu asyik dengan gawai mereka sendiri.
“Terlalu banyak berselancar di dunia digital, seperti media sosial, juga ada dampak buruknya, seperti mudah terhasut, menjadi gampang emosi atau marah, serta menjadi kurang kritis lantaran mudah sekali menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya,” katanya.
Baca Juga : Tidak Cukup dengan Literasi Digital Promosikan Budaya, Ini Lengkapnya
Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.
Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Kalimantan dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0. [*]
- Editor : Fatkhurrohim