Site icon WARTAEVENT.COM

Cakap Digital dan Cakap Hukum Menjadi Bekal Penting dalam Bisnis Online

WARTAEVENT.com – Konawe. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada hari ini Senin (01/11/2021) di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. 

Kolaborasi ketiga lembaga pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Jadi UMKM Juara dengan Pemasaran Digital”. Dan diikuti oleh 821 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Ada 4 narasumber pada sesi sesi webinar siang ini, di antaranya Startup Ecosystem Builder Patrice Sagay; Founder Language Learning Center Tentena Adistiah Nathalini Sigilipu; Dosen Fakultas Hukum dan Ketua Konservasi Hukum Perdata FH Univ Halu Oleo Haris Yusuf; dan Founder @Anakuntaddotcom Satrio Amrullah.

Patrice Sagay menyampaikan topik “Peran Literasi Digital di Dunia Marketplace” saat menjadi pembicara pertama webinar. Menurut dia, lokapasar bisa dimanfaatkan untuk memulai bisnis daring. Ketika memulai buka toko di lokapasar, lengkapi profil baik logo, nama dan foto produk. “Calon konsumen akan tertarik melihat tampilan awal sebelum memutuskan membeli,” ujarnya.

Selanjutnya, Satrio Amrullah membawakan materi “Etika Pelayanan dalam Berbisnis Digital”. Dia mengimbau untuk selalu ramah dan membalas semua pertanyaan pembeli meski tidak bertemu langsung. “Kita tidak bisa menghindari testimoni dari pelanggan. Jadi, saat moodtidak bagus tetap usahakan pelayanan cepat dan ramah,” ungkap social enthusiastini. 

Adistiah Nathalini Sigilipu, sebagai pemateri ketiga, membahas tema “Perniagaan Digital dan Perilaku Konsumtif”. Menurut dia, belanja daring maupun luring memiliki peluang sama dalam mendorong masyarakat berperilaku konsumtif. “Motivasi belanja harus dilihat kembali karena tidak selalu aktivitas daring menjadi konsumtif,” ujarnya. 

Haris Yusuf, sebagai pemateri terakhir, memaparkan tema “Perlindungan Hak Cipta di Ranah Digital”. Haris mengatakan, pemilik bisnis daring tak cukup hanya cakap digital, namun juga harus cakap hukum. “Jika diperlukan, lakukan konsultasi dengan pakar hukum bisnis untuk memahami hak cipta dan ruang lingkupnya,” terangnya. 

“Apa tips pemasaran di media sosial agar efektif jika ingin menggunakan artis atau influencer?”, tanya Yayan Ardi, salah satu peserta Literasi Digital. 

Satrio Amrullah mengatakan, melakukan promosi bukan hal merugikan dalam bisnis. Namun begitu, harus dicari sosok potensial untuk promosi. 

“Lihat jumlah follower(pengikut), komentar, likeatau jumlah penonton video di media sosial. Selain itu, kesesuaian segmen pasar produk dengan pengikut influencer atau artis tersebut. Jika memang sesuai budget, lakukan biar produk makin dikenal,” tuturnya.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. [*]

Exit mobile version