WARTAEVENT.COM, Kab. Madiun – Era digital saat ini adalah sebuah konvergensi media dimana media dulu seperti mesin ketik, radio, CD player yang sekarang sudah dirampingkan dalam bentuk gadget, tablet, laptop, dan sebagainya. Dulu untuk bisa berkomunikasi dengan orang harus ke telepon umum pakai koin, kini semua orang punya smartphone.
Teknologi mau tidak mau akan mengubah kebiasaan orang. Semua pola hidup berubah seiring dengan berjalannya waktu. Sekarang semua bisa menjadi produser dan konsumen di waktu dan tempat yang sama.
“Karena itu kita harus terliterasi dengan baik apalagi di ranah digital. Lebih baik ukur diri sendiri dulu sebelum lihat orang lain. Karena melakukan apapun atau bereaksi di digital itu mudah sekali,” ujar Yosep Rusfendi Susianto, Pendiri dan Pengelola OpenMadiun Communicate dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (29/6/2021).
Yosep pun memperhatikan dalam dunia digital begitu luas pergaulan dan kebudayaannya. Hal tersebut membuat berbeda pula cara komunikasinya. Belum beda negara, dalam Indonesia saja kita hidup dalam masyarakat multikultural. Sebuah negara besar dengan 1.340 suku bangsa dan 1.158 bahasa.
“Seperti di Indonesia kita mengangkat jempol kan berarti positif artinya bagus atau baik. Namun di Amerika bisa diartikan ingin nebeng kendaraan. Atau malah di Yunani artinya jelek. Bahasa juga seperti itu. Salah menggunakan Bahasa bisa jadi buruk dan salah arti,” jelasnya.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (29/6/2021) ini juga menghadirkan pembicara Agus Wijanarko (Ketua Forum Kelompok Informasi Kota Madiun), Rahmat Ika Pakih M.Pd. H (Owner Anita Souvenir), Muhadi Prayitno M.Pd (Wakil Kepala Sekolah SMA Taruna Angkasa), dan Key Opinion Leader Agung Sukoco yang lebih dikenal dengan Pak Ndul.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Merek fashion asal Jepang, Onitsuka Tiger, memperkuat kehadirannya di pasar Indonesia melalui pembukaan kembali toko terbarunya di… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Saat wisatawan mencari destinasi di internet, pilihan yang muncul di layar mereka kini semakin dipengaruhi oleh algoritma.… Read More
DILI, WARTAEVENT.com — Musisi Indonesia Iwan Fals menjadi penampil utama TT TasiFest 2026 yang berlangsung pada 29–30 Mei di Tasitolu,… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Aktivitas luar ruang semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban, khususnya generasi muda. Tren tersebut tercermin… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Perayaan ulang tahun ke-499 Kota Jakarta menjadi momentum bagi berbagai pelaku industri kreatif untuk mengangkat kembali warisan… Read More
BATU, WARTAEVENT.com – Tren wisata olahraga atau sport tourism terus berkembang di Indonesia. Salah satu buktinya penyelenggaraan Songgoriti Ridge Run… Read More
Leave a Comment