Wartaevent.com, Semarang- Ditengah pandemi Covid-19 nyatanya Jawa Tengah sukses gelar event balap sepeda Tour de Borobudur 2020. Perhelatan tahunan ini terbilang istimewa dan gelaran balap sepeda terlama didunia, yakni dihelat selama 22 kali. event ini juga satu-satunya gelaran olahraga sepeda dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.
“Karena Covid-19, Tour de Borobudur kami bikin 22 series. Setiap series kami batasi tidak boleh lebih dari 50 peserta. Ini bisa jadi contoh bagaimana penerapan kebiasaan baru dalam dunia sport tourism,” kata Ganjar Pranowo dalam paparannya saat diakusi bersama Direktur Pemasaran Pariwisata Regional Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu dan Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) Kantor Gubernur Jateng tiga hari lalu.
Justru karena keunikannya tersebut, Ganjar menyebut Tour de Borobudur tahun ini menjadi gelaran terlama sepanjang sejarah sepeda. Belum ada di dunia ini yang memiliki event sepeda hingga 22 seri. ” Ini bisa jadi catatan rekor dunia lho,” lanjutnya.
Selain itu, gelaran Tour de Borobudur secara khusus di tengah pandemi, bertujuan untuk memberikan contoh kepada masyarakat. Bahwa sebuah kompetisi olahraga bisa tetap digelar, tapi dengan protokol kesehatan ketat.
“Ini menunjukkan pada masyarakat bahwa kita bisa beradaptasi dengan keadaan baru, itu yang penting. Alhamdulillah ini bisa jalan dan teman-teman tetap taat saat mengikuti. Mereka tetap pakai masker, jaga jarak dan itu menurut saya penting,” katanya, menambahkan.
Selain mengangkat bidang olahraga, Tour de Borobudur 2020 di #Jateng ini juga mengangkat sektor pariwisata dan UMKM di Jawa Tengah. Selama perhelatan berlangsung, para peserta gowes diajak Ganjar berkeliling ke sejumlah destinasi wisata di sepanjang jalan antara Semarang-Magelang dan sejumlah sentra produk UKM unggulan.
Selain Candi Borobudur tentunya, ada beberapa tempat lain semisal Svarga Bumi, destinasi wisata alam berupa sawah yang sedang viral di media sosial. Selain itu, mereka juga diajak ke Omah Mbudur, Desa Wisata Candirejo, sejumlah sentra UKM dan lainnya di Magelang.
Bahkan pada perhelatan tersebut, Ganjar mengajak para peserta Tour de Borobudur merasakan sensasi wisata menaiki kereta api uap di Ambarawa. Dengan protokol kesehatan yang ketat seperti duduk satu kursi satu meja, tetap pakai masker dan jaga jarak, para peserta Tour de Borobudur diajak menikmati pemandangan alam indah Rawa Pening dengan menaiki kereta kluthuk peninggalan zaman Belanda itu.
SURABAYA, WARTAEVENT.com – Kota Surabaya kembali dipilih sebagai kota pembuka rangkaian roadshow nasional Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026. Pameran kopi… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Archipelago Hotels memperluas ekspansi bisnisnya di Sumatra dengan membuka fave+ hotel Lampung, pertengahan Mei 2026. Kehadiran hotel… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Industri automated retail di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan agresif seiring perubahan perilaku konsumen yang semakin mengutamakan kepraktisan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Tren makanan cepat saji dengan harga terjangkau semakin menjadi perhatian di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat urban.… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Hotel Aloft Surabaya Pakuwon City bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan ITS Innovation Experience pada 22–24… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Di tengah derasnya arus modernisasi dan budaya global, Dafam Express Jaksa Jakarta menghadirkan program “Kamis Betawi” sebagai… Read More
Leave a Comment