Site icon WARTAEVENT.COM

Cara Melapor Penipuan Belanja Daring Lewat Media Sosial

WARTAEVENT.com – Jeneponto. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada hari ini Jum’at (13/08/2021) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. 

Kolaborasi ketiga lembaga pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Bersama Melawan Kabar Bohong”. Dan diikuti oleh 1.020 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Ada 4 narasumber pada sesi sesi webinar siang ini, di antaranya Wiwiek Dwi Endah selaku penulis, Mursyid Kambayang selaku pegiat literasi digital, Brando G Sumampouw selaku OVO City Manager, serta Dewi Rieka. 

Materi kecakapan digital dibawakan oleh Brando G Sumampouw yang menyampaikan tema “Tips Memilih Dompet Digital yang Aman dan Terpercaya”. Ia mengatakan, agar tetap aman, pilih dompet digital yang bisa menjamin kerahasiaan data pribadi, terdaftar di OJK atau BI, memiliki alamat kantor perwakilan, serta nomor dan surel pengaduan. 

“Pilih dompet digital yang memiliki merchantdaring dan luring, mudah dalam top upsaldo, serta biometric login,” pesannya. 

Selanjutnya, Dewi Rieka menyampaikan materi berjudul “Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital”. Ia mengatakan, agar aman berbelanja daring, periksa rekam jejak toko, baca keterangan produk, buat perbandingan, jangan mudah tergiur penawaran, bertransaksi di lokapasar, periksa nomor rekening penjual, serta buat video unboxingsaat menerima paket. “Waspadai pencurian data pribadi melalui malware, virus jahat, hingga praktek phising,” ujarnya. 

Pemateri ketiga, Wiwiek Dwi Endah, menyampaikan tentang budaya digital bertema “Etika Pelayanan dalam Berbisnis Digital”. Menurut dia, bersikap ramah kepada calon pembeli, membalas semua pertanyaan, jujur dalam menuliskan deskripsi produk, serta mengemas produk dengan rapi, merupakan sikap yang perlu diterapkan dalam bisnis daring. 

“Bisnis yang berhasil tidak hanya yang menuai keuntungan material saja, melainkan turut memelihara hubungan manusia didalamnya,” imbuhnya. 

Mursyid Kambayang, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan materi berjudul “Tips dan Trik Menghindari Penipuan Digital”. Ia mengatakan, modus penipuan digital, antara lain jebakan harga barang yang sangat murah, ajakan bertransaksi di luar e-commerce, informasi kode one time password(OTP), penawaran pinjaman daring, mendesak seseorang untuk cepat-cepat bertransaksi, serta undian berhadiah. 

“Apapun metodenya, dasar penipuan selalu sama, yaitu melibatkan peniruan. Tetap waspada. Siapa saja bisa menjadi target incaran penipu,” tegasnya. 

Salah satu peserta, Aulia Nurrahman, bertanya tentang cara melapor penipuan belanja daring lewat media sosial. 

Brando G Sumampouw menanggapi, banyak cara yang bisa dilakukan, misalnya di Instagram ada tagar blacklist, laporkan di cekrekening.id, atau kumpulkan bukti dan adukan ke kantor polisi, sehingga rekening penipu bisa dibekukan. 

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.[*]

Exit mobile version