Site icon WARTAEVENT.COM

Cara Melindungi Anak di Dunia Digital, Salah Satunya Solusinya Adalah Melek Digital

WARTAEVENT.com – Parigi. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada hari ini Rabu (26/10/2021) di Kabupaten Parigi, Sulawesi Tengah. 

Kolaborasi ketiga lembaga pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Jadi Orang Tua Pintar di Era Digital”. Dan diikuti oleh 676 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Ada 4 narasumber pada sesi sesi webinar siang ini, di antaranya Taufani selaku asesor sekolah dan madrasah, Yoseph Ikanubun selaku jurnalis, Dicky Tumbei selaku pemerhati anak, serta Gunawan Primasatya selaku Edupreneur sekaligus Social Media Enthusiast. 

Taufani yang menjadi pematri pertama membawakan materi “Menjaga Kualitas Belajar dari Rumah”. Menurut Taufani, perubahan gaya belajar dari tatap muka ke digital dapat menimbulkan kesulitan tersendiri. Contohnya, pendidik kurang menguasai teknologi yang digunakan dalam pembelajaran digital. 

“Hanya 40% tenaga pendidik di Indonesia yang cakap digital. Karenanya,  para pendidik harus senantiasa meningkatkan kecakapan digital agar proses pembelajaran berjalan optimal dan menghasilkan peserta didik berkualitas,” pesan dia.

Mendapat giliran kedua sebagai pemateri, Gunawan Primasatya mengusung tema “Internet yang Cocok dan Aman untuk Anak di bawah Umur dan Remaja”. Ia menuturkan bahwa sekitar 87% anak-anak di Indonesia sudah dikenalkan media sosial sebelum menginjak usia 13 tahun. 

Bahkan, 92% anak-anak dari rumah tangga berpenghasilan rendah mengenal media sosial lebih dini. Saat berselancar di dunia maya, anak berisiko terpapar konten-konten negatif. 

“Untuk menjaga keamanan anak di dunia digital, sebelum mengenalkan kepada dunia internet, orang tua harus dapat berkomunikasi dan mengedukasi anak terkait internet sehat. Rekomendasikan situs yang baik dan edukatif kepada anak-anak,” ucap Gunawan.

Sementara Yoseph E. Ikanubun, pemateri ketiga membahas topik “Literasi Digital bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik”. Yoseph membagikan beberapa tips pembelajaran daring yang menarik, seperti tidak membuat materi yang terlalu panjang serta memastikan bahwa konten tersebut mudah untuk diakses, dipahami, dan dipelajari oleh siswa. 

Dicky Tumbel, pemateri pamungkas mengurai kajian tentang “Jadi Orang Tua Pintar di Era Digital”. Dicky memaparkan, orang tua dapat menjaga keamanan digital anak dengan banyak upaya, contohnya dengan menemani anak saat berinternet dan mengajari anak cara berperilaku baik di dunia maya. 

Selain itu, penting pula bagi orang tua mengetahui siapa saja yang berhubungan dengan anak di media sosialnya. “Hal ini untuk mencegah anak berhubungan dengan orang-orang tidak dikenal yang dapat menyebarkan konten negatif ke anak,” ujarnya.

Salah seorang peserta, Galih, bertanya apakah ada solusi untuk orang tua yang belum menguasai teknologi, namun ingin melindungi anak di dunia digital.? 

Menanggapi hal tersebut, Dicky menyebutkan bahwa orang tua menjadi ujung tombak dalam menjaga atau mengenalkan anak ke dunia digital. Ia menekankan, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Untuk itu, orang tua dapat mengakses mesin pencari seperti Google untuk mempelajari hal yang ingin diketahui.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. [*]

Exit mobile version