Site icon WARTAEVENT.COM

Catat, Komunikasi di Dunia Maya Sama Dengan di Dunia Nyata

WARTAEVENT.com – Malang. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan webinar Literasi Digital melalui aplikasi zoom dari bulan Mei hingga Desember 2021 mendatang.

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab.

Penyelenggaraan Kegiatan webinar Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Malang pada hari ini Jum’at (13/08/2021) dengan mendatangkan 4 narasumber yaitu Tyas Windarti, S.E., Bawinda Lestari, M.Psi., CPS., Cht., Rovien Aryunia, S.Pd., M.PPO., M.M., Denden Sofiudin, dan Anindito Wisnu Sampurno.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Yuk Cegah Cyberbullying”. Dan diikuti oleh 994 peserta dari berbagai kalangan masyarakat. 

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Bawinda Lestari adalah, mengapa Masyarakat Indonesia memiliki perbedaan perilaku ketika berada di dunia maya dan di dunia nyata? 

Apakah hal tersebut merupakan hal yang normal bagi seseorang untuk memiliki dua sisi yang berbeda.?

Dan pada saat itu Bawinda langsung memberikan jawaban, ini kaitanya dengan budaya kita, ketika melakukan sesuatu di dunia maya kita tidak berfikir bahwa kita berinteraksi dengan orang tersebut. 

Padahal, sama. Sebenearnya yang berbeda adalah dunainya. Kenapa bisa beda? Karena mindset orang tersebut adalah dunia maya itu aman karena berpikir bahwa ia sedang tidak berinteraksi secara langsung. 

Padahal kenyataannya kita tetap berinteraksi secara langsung, yang perlu dirubah adalah mindsetnya. Seseorang memang memiliki sisi yang berbeda. Tetaplah menjadi dirimu sendiri.  

Ketika berperan sebagai anak, maka berperilakulah sebagai anak,  ketika posisi sebagai kakak maka berperilakulah sebagai kakak. Walaupun berbeda kepribadian,  namun perilakunya positif itu its ok. 

Kalau ingin menjadi diri sendiri maka jadilah pribadi yang baik.  Orang yang memiliki dua kepribadian itu sebenarnya tidak normal. Berperilakulah yang baik, berfikir sebelum bertindak dan bertanggung jawablah atas apa yang telah kita perbuat.  

Tetaplah mengutamakan budaya yang baik orang Indonesia yakni ramah dan baik. Janganlah sampai kita menyakiti orang lain. Memaafkan itu mudah tapi menyembuhkan luka itu tidak mudah.

Tujuan utama Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar webinar Literasi Digital ini karena diharapkan masyarakat Indonesia pada akhir tahun ini mencapai 10 juta orang terliterasi dan diharapkan meningkat menjadi 50 juta orang di tahun 2024 mendatang.

Literasi Digital yang mengakat tema besar Indonesia Makin Cakap Digital ini membahas 4 pilar utama Literasi Digital yakni, budaya bermedia (digital culture), aman bermedia (digital safety), etis bermedia (digital ethics) dan cakap bermedia digital (digital skills). [*]

Exit mobile version