WARTAEVENT.com – Minahasa Tenggara. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada hari Selasa (16/11/2021) di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.
Kolaborasi ketiga lembaga pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Pilih Pinjaman Daring yang Aman dan Legal”. Dan diikuti oleh 860 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Ada 4 narasumber pada sesi sesi webinar siang ini, di antaranya Dosen Komunikasi Universitas Semarang, Retno Manuhoro; Mahasiswa dan Kreator Konten, Monica Jauwry; Co-Founder blod.id, Rachmat Cahyadi Ngiu; dan Penjelajah Nusantara, Mohamad Taufiq Hippy. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Heri Susanto selaku Jurnalis.
Pemateri pertama adalah Retno Manuhoro, yang membawakan tema “Go Cashless: Jenis-jenis Transaksi Digital di era New Normal”. Menurut dia, karena keunggulannya yang praktis, mudah, ringkas, hemat waktu dan tenaga serta proses yang jauh lebih cepat dan terpercaya, transaksi digital kian diminati masyarakat.
“Agar aman bertransaksi digital, gunakanlah aplikasi terpercaya, aktifkan otentikasi dua langkah dan biometrik serta verifikasi pembayaran secara teliti,” ungkapnya.
Berikutnya, Monica Jauwry menyampaikan materi berjudul “Etika Pelayanan dalam Bisnis Digital”. Ia mengatakan, dalam mengembangkan bisnis atau usaha, kita perlu meningkatkan promosi yang menarik, membina hubungan baik dengan konsumen maupun rekan bisnis lainnya dan meningkatkan pelayanan pelanggan.
“Beberapa etika pelayanan dalam berbisnis digital antara lain dengan memberikan penjelasan produk secara jujur dan jelas, sesuaikan estimasi pengiriman, persiapkan barang yang dijual, serta respon dengan bahasa yang baik dan sopan segala pertanyaan, komplain maupun kritik pembeli,” paparnya.
Rachmat Cahyadi Ngiu, pemateri ketiga membawakan topik “Cara dan Legalitas Bayar Tagihan Daring”. Menurut dia, saat melakukan pembayaran secara daring, gunakanlah kartu kredit, debit atau dompet digital agar transaksi diproteksi secara penuh, jangan mudah percaya orang asing, baca ulasan pembeli lain di lokapasar, hindari penggunaan WiFi publik dan simpan bukti transaksi.
Adapun Mohamad Taufiq Hippy, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema “Memahami Pinjaman Daring yang Aman dan Legal”. Ia mengatakan, untuk memastikan keamanan dan legalitas suatu pinjaman daring, perhatikan kredibilitas, besaran bunga dan biaya administrasi, pilihan jangka waktu dan jumlah pinjaman, serta keamanan data kita. “Jangan lupa memastikan legalitas penyelenggara transaksi keuangan daring yang akan kita pilih,” ujarnya.
Salah satu pertanyaan menarik peserta di antaranya tentang bagaimana menanggapi penipuan yang terjadi oleh penyedia aplikasi dompet digital maupun pihak-pihak yang mengatasnamakan diri kita.
Narasumber menjelaskan bahwa dompet digital di Indonesia tak akan melakukan penipuan karena sudah diakui oleh Bank Indonesia.
Sedangkan untuk penjual daring di lokapasar, kita harus teliti dan cermat memperhatikan ulasan pembeli lain. Jika mengalami penipuan, laporkan lewat laman www.cekrekening.id agar tak terjadi penipuan berkelanjutan.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. [*]