WARTAEVENT.com – Jakarta. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, perusahaan petrokimia terintegrasi dan terbesar di Indonesia, telah memasok kebutuhan industri otomotif yang berkembang pesat di Indonesia dalam dekade terakhir.
Setelah Thailand, Indonesiaadalah produsen kendaraan bermotor yang terbesar di ASEAN. Indonesia memproduksi hampir 1 juta mobil penumpang dan hampir 250.000 mobil niaga per tahun.
Sektor otomotif sangat vital dalam perekonomian Indonesia dan berkontribusi lebih dari 10% terhadap produk domestik bruto nasional.
Baca Juga : Terinspirasi dari McLaren, TUMI Hadirkan Koleksi Koper ‘Premium Capsule’
Pemerintah baru menerapkan regulasi untuk menambah tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) pada seluruh kendaraan yang diproduksi di Indonesia. Langkah ini termasuk pengembangan kendaraan listrik (electronic vehicle/EV).
Tahun ini, setiap EV roda empat wajib memenuhi TKDN sebesar 35%, dan angkanya akan meningkat hingga minimum 80% dalam beberapa tahun mendatang, tepatnya pada 2030.
Supriyanto, General Manager, Technical Service and Product Development menyatakan, Chandra Asri aktif mengembangkan dan memproduksi resin kopolimer tahan benturan (impact copolymer/ICP) yang inovatif dan berkinerja tinggi.
Berkat ICP ini, kalangan produsen otomotif domestik dapat memenuhi aturan TKDN. Dalam hal ini, Chandra Asri bermitra dengan Divisi Kimia, Milliken, produsen global yang membuat bahan aditif plastik canggih, untuk mengembangkan resin polipropilena (PP) ICP terbaru,
Baca Juga : 25 Tahun Melayani dengan Kualitas dan Kualitas, Ayaxx Beberkan Teknologinya
Menurut Supriyanto, Trilene BI55GN telah memenuhi standar produksi panel instrumen yang ditetapkan sebuah produsen mobil terkemuka asal Jepang.
“Produk ini juga telah menunjukkan hasil evaluasi yang menjanjikan setelah dites oleh beberapa produsen otomotif terkemuka lainnya. Kalangan produsen ini segera menggunakan resin tersebut dalam waktu dekat,” jelasnya. [*]
- Penulis : Agus Jarianto
- Editor : Fatkhurrohim