Site icon WARTAEVENT.COM

Dalam Literasi Digital, Warga Kediri Diajak Tidak Memposting Bermuatan Intoleransi

WARTAEVENT. Com – Kediri. Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) hingga tahun ini mentargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.   

Untuk itu, Kemkominfo menyelenggarakan kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital.

Dengan demikian diharapkan seluruh masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia.

Baca Juga : Kediri Lagi, Ini Destinasi Wajibnya

Dan yang paling terpenting masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kali ini penyelenggaraan webinar Literasi Digital diselenggarakan di Kabupaten Kediri, Jawa Timur dengan moderator Mega Putri Maharani, dan 4 narasumber yaitu Dr. rer.nat. I Made Wiryana, S.Kom, Dr. Dian Fericha, S.H, M.H, Ir. Andre Parvian Aristio, S.Kom, M.Sc, Bagus Tri Widiantoro, S.Kom, M.Pd.K dan Erbe Sentanu.  Tercatat jumlah peserta yang mengikuti acara ini mencapai 284 peserta.

Indonesia Makin Cakap Digital menjadi tema penyelenggaraan Literasi Digital di setiap daerah di seluruh Indonesia. Termasuk di Kabupaten Kediri yang berlangsung hari ini Senin (31/05/2021).

Diskusi menarik ketika generasi millennial menjadi menjadi bahasan utama bagaimana generasi tersebut diajak berpartisipasi menghapus konten-konten intoleransi di Indonesia.

Baca Juga : Ini Pentingnya Orang Tua Memahami Aplikasi Family Link dari Google

I Made Wiryana, S.Kom menjelaskan sekali orang memposting sesuatu di internet itu sulit sekali atau bahkan tidak mungkin dihapus. Pertama yang bisa dilakukan adalah menghambat atau tidak menyebarkan postingan yang salah tersebut, bisa di baca dulu atau di filter. 

Jadi batasi terlebih dahulu diri kita untuk tidak mengaplikasi atau memuat dan memperkuat posting yang intoleran tersebut,” ungkapnya.

Ia pun menambahkan, jika itu merupakan sesuatu yang berdampak negatif maka patut untuk kita hindari dengan cara menseleksi konten mana yang perlu diambil dan mana yang musti dibuang. [*]

Exit mobile version