WARTAEVENT.com – Gresik. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan webinar Literasi Digital melalui aplikasi zoom dari bulan Mei hingga Desember 2021 mendatang.
Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab.
Penyelenggaraan Kegiatan webinar Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Gresik pada hari ini Senin (04/10/2021) dengan mendatangkan 4 narasumber yaitu Gilang Drajat Maulana, Munif Chatib, Aulia Siska, S.Sos, Rane Hafied dan Rayi Putra (RAN) (KOL).
Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Melawan Stigma WFH dan SFH”. Dan diikuti oleh 140 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Rane Hafied adalah, bagaimana peran digital parenting dalam menjaga keamanan anak dari cyberbullying atau dari dampak negatif dunia maya.?
Bagaimana juga agar anak tak terbawa arus buruk dari dunia maya ketika orang tua sulit untuk memonitoring sang anak.? Karena saat ini banyak sekali konten negatif bertebaran di dunia digital dan mau tidak mau anak kecil sekarang sudah harus mempunyai gadget untuk kebutuhan belajar daring.
Dan pada saat itu Rane Hafied langsung memberikan jawaban, kembali ke orangtua, kita tidak bisa atur atau membatasi penggunaan gawai anak. Anak harus bersentuhan dengan teknologi.
Sejak 2020 kita dipaksa untuk memiliki akses internet, tidak ada jalan lain untuk melindungi diri dari pandemi. Kembali ke 2 hal, mendampingi dan mengawasi, memperkenalkan anak ke keamanan digital sedini mungkin.
“Warning dan caution yang kita berikan untuk dunia offline dan online sama, karena aturannya sama,” pungkasnya.
Tujuan utama Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar webinar Literasi Digital ini karena diharapkan masyarakat Indonesia pada akhir tahun ini mencapai 10 juta orang terliterasi dan diharapkan meningkat menjadi 50 juta orang di tahun 2024 mendatang.
Literasi Digital yang mengakat tema besar Indonesia Makin Cakap Digital ini membahas 4 pilar utama Literasi Digital yakni, budaya bermedia (digital culture), aman bermedia (digital safety), etis bermedia (digital ethics) dan cakap bermedia digital (digital skills). [*]